Banjir Demak Semakin Meluas hingga 11 Kecamatan, 22.725 Warga Terpaksa Mengungsi

Kondisi banjir kabupaten Demak dilihat dari atas, Minggu (17/3). Foto: Ist.
ARUSUTAMA.com – Banjir yang melanda Kabupaten Demak telah mempengaruhi kehidupan puluhan ribu warga. Sebanyak 22.725 orang telah mengungsi akibat banjir yang kini merambah 11 kecamatan dan 89 desa. Menurut data terbaru dari BPBD Kabupaten Demak, banjir ini telah berdampak pada 93.149 jiwa atau 27.499 kepala keluarga.
Fasilitas umum seperti 133 tempat ibadah, 14 fasilitas kesehatan, 70 sarana pendidikan, 13 kantor pemerintahan, 3 pasar, dan 529 hektar tambak ikut terendam. Selain itu, 4.541 hektar sawah juga terendam, mengancam mata pencaharian petani setempat.
Banjir ini dipicu oleh hujan deras yang terjadi sejak 13 Maret 2024, yang menyebabkan enam tanggul di berbagai lokasi jebol. Kejadian ini menambah daftar panjang kerusakan infrastruktur yang telah memburuk akibat bencana alam tersebut.
Sebagai respons, pemerintah setempat telah mendirikan 45 tempat pengungsian sementara. Kebutuhan mendesak bagi pengungsi termasuk sembako, makanan siap saji, tikar, selimut, obat-obatan, air bersih, serta kebutuhan dasar lainnya.
Bupati Demak, Eisti’anah, dalam pertemuan rapat koordinasi bersama para pemimpin daerah dan kepala badan penanggulangan bencana mengatakan, bahwa situasi semakin mendesak dengan banyaknya tanggul yang jebol dan adanya masalah pada pintu air Bendung Wilalung.
“Kami minta dilakukan koordinasi dengan BBWS agar pintu air di Bendung Wilalung yang mengarah ke Kabupaten Pati tersebut dibuka, untuk mengurangi tekanan air di Sungai Wulan dan mencegah kerusakan lebih lanjut pada tanggul-tanggul yang ada,” ungkapnya. (Sam)
