10 Juta Batang Bambu, Fondasi Inovatif Tol Semarang-Demak

Para pekerja sedang menganyam bambu untuk dijadikan dasaran Tol Semarang-Demak. Foto: Dok. untuk Arusutama
ARUSUTAMA.com – Dalam upaya memajukan infrastruktur dan teknologi, Indonesia telah memulai fase penting pembangunan Tol Semarang-Demak. Proyek ini terbagi menjadi tiga sesi, dengan dua sesi pertama telah sukses diselesaikan. Fokus kini beralih pada Sesi 1, yang melibatkan kolaborasi internasional dengan tiga perusahaan asal China.
Humas CRBC Wika PP, Robby Sumarna, mengungkapkan optimisme dan tantangan yang dihadapi timnya. “Pengerjaan tol Semarang – Demak Sesi 1B yang merupakan bagian dari tol laut, kami targetkan harus selesai pada Februari 2027. Untuk pembebasan lahan, kami telah mencapai 98% dan konstruksi fisiknya baru 5%. Kami menghadapi kendala cuaca sejak Januari yang sangat menghambat kerja kami, terutama di Sesi 1B dan di jembatan Kaligawe,” jelas Robby kepada Arusutama, Sabtu (6/4/2024).
“Untuk Sesi 1B dan 1C, kami belum bisa bergerak banyak. Khusus untuk 1C, kami baru bisa memulai pengerjaan di bulan Juni. Namun, kami optimis bahwa dengan kerja keras dan dedikasi, kami akan dapat menyelesaikan proyek ini sesuai jadwal,” imbuh Robby.
Sesi 1B yang berada di atas laut sepanjang 10 Km ini menggunakan bambu sebagai pondasi. Diperlukan sekitar 10 juta batang bambu yang dianyam oleh 1500 pekerja terampil. Bambu-bambu ini berasal dari Wonogiri, Magelang, dan Purworejo, dengan kriteria khusus yaitu lurus dengan panjang 8 meter dan diameter antara 8 – 10 cm.
Lebih lanjut, Robby menegaskan bahwa Bambu tidak hanya berfungsi sebagai pondasi tetapi juga berkontribusi pada ekosistem laut. “Bambu yang digunakan akan terendam dan menjadi bagian dari terumbu karang, menambah kekuatan struktural di bawah air,” jelas Robby.
Ia menambahkan, bahwa Tol ini dirancang dengan ketinggian 8 – 9 meter di atas permukaan laut dan terintegrasi sebagai tanggul laut, menjadikannya infrastruktur ganda yang berfungsi sebagai jalan tol sekaligus penghalang banjir.
Proyek Tol Semarang-Demak ini merupakan langkah besar dalam infrastruktur Indonesia, menunjukkan kemampuan adaptasi dan inovasi dalam menghadapi tantangan konstruksi modern sekaligus mempertahankan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan. (Sam)
