Optimalkan Kesehatan Anak Stunting, Pemkab Demak Beri Susu Isokalori dan Pembinaan Intensif

Secara simbolis Dinsos P2PA Demak berikan paket susu nutrisi isokalori kepada ibu dan anak stunting di Gedung Dinsos, Kamis (10/10). Foto: ist
ARUSUTAMA.com – Pemerintah Kabupaten Demak melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P2PA) menggelar kegiatan Bimbingan Fisik, Mental, Spiritual, dan Sosial bagi anak terlantar, termasuk anak stunting. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk mendorong tumbuh kembang anak stunting secara lebih optimal, berlangsung di Gedung Graha Bhakti Sosial Dinsos Demak, Kamis (10/10).
Plt Bupati Demak, KH Ali Makhsun, yang diwakili oleh Plt Asisten 1 Sekda Demak, Taufik Rifai, mengatakan bahwa program ini berdasarkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Tahun Anggaran 2024 dari Dinsos P2PA Kabupaten Demak.
“Program ini merupakan bagian dari rehabilitasi sosial yang mencakup anak terlantar, penyandang disabilitas, lanjut usia, serta gelandangan dan pengemis di luar panti sosial,” jelas Taufik.
Selain bimbingan, kegiatan ini juga melibatkan pemberian makanan khusus, termasuk susu nutrisi isokalori, bagi anak-anak stunting. Dana sebesar Rp 43.757.700 dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Demak digunakan untuk menyediakan 67 paket susu nutrisi isokalori bagi anak-anak terlantar dan stunting selama satu bulan.
Senada, Kepala Dinsos P2PA Kabupaten Demak, Agus Herawan, mengungkapkan bahwa tujuan utama dari program ini adalah untuk membantu anak stunting agar mereka dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
“Kami berharap dengan adanya bimbingan fisik, mental, spiritual, dan sosial ini, serta bantuan susu isokalori, kebutuhan nutrisi anak-anak stunting bisa terpenuhi,” kata Agus.
Sebanyak 67 anak stunting dari 16 desa lokus stunting yang tersebar di tujuh kecamatan dan sembilan wilayah Puskesmas di Kabupaten Demak menjadi sasaran program ini. Setiap anak menerima satu paket susu nutrisi isokalori untuk kebutuhan selama satu bulan.
“Program ini akan dilanjutkan untuk bulan berikutnya dengan anggaran tambahan yang masih dalam proses,” tambahnya.
Pada tahap kedua, pemerintah juga berencana memberikan permakanan susu nutrisi isokalori untuk 100 bayi stunting selama dua bulan.
Sementara itu, Narasumber dari Susu Pan Enteral Otsuka, Lilis Setyo, menyebutkan bahwa pemenuhan nutrisi menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung perkembangan anak stunting.
“Meski nutrisi bukan satu-satunya faktor, tetapi sangat penting dalam meningkatkan tumbuh kembang anak stunting,” ucap Lilis.
Acara ini dihadiri oleh ratusan peserta, termasuk ibu dan anak stunting, kepala desa lokus stunting, kepala puskesmas, kepala dinas kesehatan, dan kepala Dinpermasdes KB. Pemerintah Kabupaten Demak berharap program ini bisa memberikan dampak positif dalam menurunkan angka stunting di wilayahnya.
