ISNU Demak Gagas Gerakan Jihad Ekonomi demi Pemberdayaan Umat

Ngaji Ekonomi ISNU Demak

Narasumber bersama ketua PC dan pengurus PAC ISNU Se-kabupaten demak usai Ngaji Ekonomi di Gedung PCNU Demak, Jumat (25/10). Foto: Sam

ARUSUTAMA.com – Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kabupaten Demak kembali menggelar kegiatan Ngaji ISNU Jilid 3 dengan tema “Jihad Iqtishodiyah untuk Pemberdayaan Umat” dengan fokus utama pada kemandirian ekonomi sebagai jalan menuju kesejahteraan umat. Acara ini berlangsung di Gedung PCNU Demak, Jumat (25/10).

Ketua PC ISNU Demak, Agus Taufiqur Rohman, dalam sambutannya menekankan pentingnya upaya untuk mewujudkan kemandirian ekonomi di kalangan jamaah.

“PR kita adalah bagaimana jamaah kita bisa mandiri dalam ekonomi, agar kerja-kerja organisasi tidak lagi bergantung pada proposal,” ujarnya.

Agus juga menegaskan bahwa organisasi NU harus bisa mandiri secara finansial, sehingga tidak lagi dianggap hanya menarik iuran dari anggotanya.

“Jangan sampai NU dianggap organisasi yang hanya menarik iuran. Kita harus memastikan jam’iyah kita kuat, begitu juga dengan kemandirian ekonomi. Jika ekonomi kita kuat, kemaslahatan umat juga akan kokoh,” tambahnya.

Agus menyinggung bahwa PCNU Demak sebelumnya telah menyelenggarakan PMKNU, salah satunya adalah program yang menekankan pentingnya kemandirian ekonomi sebagai salah satu prioritas besar NU ke depan.

“Hasil dari kegiatan ngaji ini diharapkan dapat menjadi rancangan ekonomi yang dapat diajukan kepada PCNU sebagai fokus kerja ke depannya,” jelasnya.

Ia juga mengajak para anggota untuk terus menggerakkan jihad ekonomi ini. “Mari kita aktifkan dan masifkan, agar ini menjadi ijtihad bersama untuk kemandirian. Ketika NU mandiri, insyaallah kemaslahatan umatnya akan tercapai,” tegasnya.

Sementara itu, Kabag Perekonomian Setda Demak, Arief Sudaryanto, yang hadir sebagai narasumber, memaparkan konsep kemandirian ekonomi umat. Ia menggagas program “1 Anggota ISNU 1 Dampingan (Calon Pengusaha/Pengusaha)” sebagai langkah inkubasi untuk membangun kemandirian ekonomi.

“ISNU dapat berperan sebagai inkubator usaha dengan menggandeng anggota untuk mendampingi calon pengusaha atau pengusaha,” ujarnya.

Arief juga menjelaskan aspek-aspek kemandirian yang mencakup tanggung jawab, otonomi, inisiatif, dan kontrol diri.

“Ciri-ciri masyarakat yang mandiri secara ekonomi adalah bebas dari hutang konsumtif, memiliki keyakinan dalam bisnis, memiliki investasi, mampu mengelola arus kas (cash flow), dan siap secara mental terhadap gangguan finansial,” jelasnya.

Selain itu, Arief mengutip ayat Al-Quran yang mendukung pentingnya kemandirian ekonomi.

“Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, kecuali mereka mengubah keadaan mereka sendiri,” ucapnya mengutip surat Ar-Ra’d ayat 11.

“Apabila salat telah dilaksanakan, bertebaranlah kamu di bumi, carilah karunia Allah, dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung,” imbuhnya dikutip dari surat Al-Jumu’ah ayat 10.

Dalam sesi tersebut, Arief juga membahas fenomena banyaknya Gen Z yang dipecat dari perusahaan. Menurutnya, beberapa alasan pemecatan di antaranya adalah kurangnya motivasi, komunikasi yang buruk, serta ketidakmampuan menerima masukan.

“Namun, perusahaan saat ini mencari kualifikasi seperti inisiatif tinggi, sikap positif, dan etos kerja yang kuat,” tambahnya.

Acara Ngaji ISNU ini dihadiri oleh pengurus cabang dan pengurus anak cabang (PAC) ISNU se-Kabupaten Demak. Kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada narasumber sebagai apresiasi atas partisipasinya dalam mewujudkan kemandirian ummat.