IKA-PMII Demak Gelar Workshop Kader Intelektual: Wujudkan Peradaban Sesuai Cita-Cita Pendiri NKRI

Peserta Workshop Penggerak Kader Intelektual Muslim PC IKA-PMII Demak di Hotel Amantis, Minggu (10/11). Foto: Sam
ARUSUTAMA.com – Pengurus Cabang Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Kabupaten Demak menggelar workshop bertajuk “Membangun Peradaban Searah Cita-Cita Pendiri NKRI” dengan dihadiri 100 kader IKA-PMII dari Pengurus Anak Cabang (PAC) hingga Ranting se-Kabupaten Demak, di Hotel Amantis, Minggu (10/11).
Ketua PC IKA-PMII Demak, Hasan Hamid, dalam sambutannya menyampaikan pesan penting terkait momen Hari Pahlawan. Menurutnya, para kader perlu melanjutkan semangat perjuangan yang diwariskan para pahlawan dan pendiri bangsa Indonesia.
“Peradaban yang dicita-citakan para pendiri bangsa adalah peradaban yang mampu membawa kemajuan, kesejahteraan, dan mengangkat harkat serta martabat untuk kemaslahatan umat,” ujar Hasan.
Salah satu narasumber, Sekretaris PW IKA-PMII Jateng Bidang Kaderisasi, M Kholidul Adib, menegaskan pentingnya mempertahankan visi abadi bangsa Indonesia.
“Visi ini diterjemahkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2025-2045 sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang Bersatu, Berdaulat, Maju, dan Berkelanjutan,” terangnya.
Ia juga menyoroti perlunya gerakan masif untuk memperkuat pertahanan umat Islam di tengah tantangan global. Menurutnya, kaderisasi PMII dan IKA-PMII harus diperkuat untuk menghadapi perubahan zaman.
Lebih lanjut, Kholidul Adib menekankan urgensi kebangkitan Islam melalui pendidikan kader intelektual. Meskipun umat Islam di Indonesia mayoritas, ia mengingatkan bahwa masih banyak tantangan yang harus dihadapi, termasuk keterbatasan keterampilan dan minimnya jaringan.
“Namun, jika potensi ini dikelola dengan baik, saya yakin umat Islam di Indonesia bisa menjadi kekuatan yang luar biasa dalam membangun peradaban,” tegasnya.

Sementara itu, narasumber kedua, Dosen UIN Walisongo Semarang, Fathimah Nadia Qurrota A’yun, membahas pentingnya dakwah digital dalam membangun peradaban. Ia menyebutkan bahwa media sosial memiliki peran signifikan dalam menyebarkan nilai-nilai dan cita-cita bangsa.
“Media sosial saat ini menjadi salah satu alat penting dalam mengabadikan perubahan peradaban dan mewariskan nilai-nilai luhur bangsa kepada generasi mendatang,” ujar Nadia.
Dengan lebih dari 3,499 miliar pengguna media sosial di seluruh dunia, termasuk Indonesia sebagai pengguna terbanyak keempat.
“IKA-PMII Demak harus mampu memanfaatkan platform digital ini untuk berdakwah dan mengabadikan setiap perubahan,” pungkasnya.
