KPU Demak Gelar Simulasi Pemungutan Suara, Persiapan Matang Jelang Pilkada 2024

KPU Demak saat simulasi pemungutan dan penghitungan suara serta penggunaan Sirekap di GOR Mangunjiwan, Minggu (10/11). Foto: Sam
ARUSUTAMA.com – Dalam rangka mempersiapkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Demak menggelar simulasi pemungutan suara (tungsura) di GOR Mangunjiwan, Bintoro, Minggu (10/11).
Simulasi yang dilaksanakan di TPS 7 ini menjadi bagian dari upaya KPU untuk memastikan kesiapan pelaksanaan Pilkada yang akan digelar pada 27 November mendatang.
Simulasi dimulai pada pukul 07.00 WIB dan menghadirkan suasana yang menyerupai proses pemungutan suara sesungguhnya. Warga yang telah menerima undangan mulai berdatangan untuk menjalani proses administrasi sesuai prosedur resmi Pilkada. Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), serta Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) turut berperan aktif dalam simulasi ini, dengan PPK bertindak sebagai saksi atas setiap tahapan proses.
Simulasi berlangsung hingga pukul 17.00 WIB, mencakup seluruh tahapan mulai dari pemungutan suara hingga pengisian administrasi hasil pemilu, seperti pencatatan hasil di plano akhir serta penggunaan Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap).
Ketua KPU Demak, Siti Ulfaati, menjelaskan bahwa simulasi ini bertujuan untuk memberikan gambaran nyata terkait pelaksanaan Pilkada, serta mengantisipasi berbagai kendala yang mungkin terjadi.
“Simulasi ini mencakup keseluruhan proses, termasuk penggunaan Sirekap. Hal ini kami lakukan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar pada hari H nanti,” ungkap Ulfaati.
Simulasi juga melibatkan pemilih asli, termasuk pemilih disabilitas tunanetra dari Kelurahan Mangunjiwan, yang tergabung dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 475 orang. Ulfaati menambahkan bahwa simulasi ini menjadi bagian dari evaluasi KPU dalam memastikan kelancaran seluruh prosedur saat pemungutan suara.
Meskipun berjalan lancar, partisipasi pemilih dalam simulasi ini hanya mencapai 70%. Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Demak, Hendi Adi Saputra, mengungkapkan bahwa undangan yang belum tersampaikan secara menyeluruh menjadi salah satu penyebab rendahnya partisipasi pemilih.
“Beberapa warga belum menerima undangan, sehingga mereka tidak tahu tentang adanya simulasi. Ke depan, kami akan memperbaiki sosialisasi dan memastikan undangan dikirim tepat waktu,” ujar Hendi.
Hal senada disampaikan oleh Ketua PPK Demak Kota, Rodiyanto. Ia menekankan pentingnya mengoptimalkan sosialisasi kepada masyarakat agar partisipasi pemilih bisa meningkat pada hari pemungutan suara yang sesungguhnya.
“Kami akan lebih gencar melakukan sosialisasi, termasuk memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan informasi terkait pelaksanaan Pilkada,” kata Rodiyanto.
Simulasi ini diakhiri dengan evaluasi dari tim KPU, yang menekankan perlunya bimbingan teknis tambahan terkait penggunaan Sirekap, agar seluruh petugas mampu mengoperasikannya dengan baik pada hari pemungutan suara nanti.
