Sinergi LDII dan Dinperpusar Demak, Perkuat Literasi dengan Pojok Baca di Masjid

MOU LDII Demak denga Dinperpusar Demak

Penyerahan MoU antara Dinperpusar Demak dan LDII atas rencana pojok baca di masjid. Foto: Sam

ARUSUTAMA.com – Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Demak menggagas program “Pojok Baca” di masjid-masjid untuk meningkatkan literasi masyarakat, terutama dalam memperkuat semangat kebangsaan.

Ketua DPD LDII Demak, Kurniawan Arifendi, menilai bahwa momentum Pilkada menjadi momen penting untuk meredam potensi perpecahan di tengah masyarakat.

“Kita harus sadar bahwa dalam momentum Pilkada sering terjadi kotak-kotak pendukung. Untuk itu, recovery harus dilakukan secepat mungkin dalam jangka pendek,” ujarnya, seusai acara FGD di Hotel Amantis Demak, Sabtu (30/11).

Untuk jangka panjang, Kurniawan menekankan pentingnya literasi. Dirinya berpendapat bahwa semakin rendah literasi masyarakat, semakin mudah pula masyarakat itu diajak ke arah yang tidak benar.

“Karena itu, kami menginisiasi program pojok baca di masjid-masjid LDII dan menggandeng Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinperpusar) Demak,” tambahnya.

Program pojok baca ini diharapkan dapat menjadi media untuk menanamkan semangat kebangsaan melalui buku-buku bertema kenegaraan dan perjuangan. Kurniawan juga menyebut bahwa LDII telah rutin menerbitkan buletin dua bulanan yang membahas solusi dan inovasi terkait masalah kebangsaan.

“Kami juga mengundang stakeholder seperti TNI dan Polri untuk konsolidasi internal, sehingga bisa memberikan masukan demi kebaikan bersama,” jelasnya.

Kurniawan juga berencana menggelar acara besar bertajuk “Gebyar LDII Harmoni,” yang melibatkan berbagai pihak, termasuk NU dan organisasi lainnya.

Sementara itu, Kepala Dinperpusar Demak, Agung Hidayanto, menyambut baik inisiatif ini. Pihaknya mendukung program tersebut dengan meminjamkan buku-buku secara berkala kepada LDII untuk dikelola dan dipinjamkan kembali.

“Kami meminjamkan 100 buku setiap bulan dengan sistem pinjam balik. Ini adalah upaya untuk mendekatkan buku dengan masyarakat,” ungkap Agung.

Agung juga menjelaskan bahwa program peminjaman buku ini terbuka untuk semua elemen masyarakat yang ingin bekerja sama dengan Dinperpusar melalui perjanjian kerja sama (MoU). Sejauh ini, beberapa sekolah dan lembaga seperti rumah tahanan (rutan) sudah memanfaatkan program tersebut.

Dengan koleksi 65 ribu buku yang dimiliki Dinperpusar Demak, program ini diharapkan dapat memperluas akses literasi bagi masyarakat dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan di kalangan generasi muda.

“Ini adalah langkah kecil, tapi dampaknya bisa sangat besar untuk membangun karakter masyarakat yang lebih baik,” tutup Agung. (Sm)