Kopri PMII Demak Gaungkan Pemberdayaan Perempuan dalam Peringatan 16 Hari Anti Kekerasan

Kopri Demak

Korps PMII Putri Demak seusai diskusi HAKTP ke-16 di Sekretariat, Jogoloyo, Wonosalam. Foto: ist

ARUSUTAMA.com – Memperingati 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP), Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri) PC Demak menggelar diskusi bertajuk “Pemberdayaan Perempuan untuk Menghentikan Kekerasan: Peran Organisasi dan Individu” di Sekretariat Kopri, Jogoloyo, Wonosalam, Demak.

Kegiatan ini juga diwarnai kampanye anti kekerasan yang bertujuan meningkatkan kesadaran dan solidaritas masyarakat dalam menghentikan kekerasan terhadap perempuan.

Ketua Kopri PMII Demak, Zahrotun Nisa, menegaskan pentingnya membangun lingkungan sosial yang mendukung pemberdayaan perempuan. Ia menyoroti bahwa upaya tersebut harus dimulai dari individu dan diperkuat oleh peran organisasi.

“Kami ingin menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan, bebas dari segala bentuk kekerasan,” ujar Zahrotun Nisa, Senin (2/12).

Ia juga mengajak organisasi perempuan untuk terus memperkuat edukasi dan membangun budaya yang mendukung pencegahan kekerasan. Menurutnya, setiap perempuan memiliki peran penting dalam menciptakan perubahan.

“Solidaritas dan keberanian perempuan untuk bersuara adalah kunci dalam memutus rantai kekerasan,” tambahnya.

Pemateri diskusi, Ika Mawarni, juga menyoroti bahwa kekerasan terhadap perempuan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga mencakup aspek psikis, sosial, dan budaya. Ia mengajak peserta untuk membangun kesadaran kolektif sebagai langkah awal menuju perubahan.

“Forum seperti ini menjadi langkah penting untuk menciptakan dunia yang lebih aman dan setara bagi perempuan,” tutur Ika.

Data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menunjukkan penurunan angka kekerasan terhadap perempuan dari 9,4 persen pada 2016 menjadi 6,6 persen di 2024. Meski demikian, masih banyak korban yang enggan bersuara.

Ditempat terpisah, Ketua Solidaritas Perempuan Demak, Gayatri Rajapatni, memberikan apresiasi atas inisiatif Kopri PMII Demak.

“Kegiatan ini sangat menginspirasi perempuan untuk berani memutus rantai kekerasan dan menyuarakan hak-haknya,” katanya.

Diskusi yang diikuti oleh kader Kopri dari berbagai komisariat dan rayon ini diharapkan dapat menciptakan perubahan nyata serta mendorong pemberdayaan perempuan di Kabupaten Demak.