STAI-IC Demak Siap Bertransformasi Menuju Institut, Evaluator Apresiasi Potensi Kampus

Tim Evaluator Asesmen Lapangan bersama Direktorat PTKI Kemenag RI saat visitasi di Kampus STAI-IC Demak, Sabtu (15/3). Foto: Sm
ARUSUTAMA.com – Sekolah Tinggi Agama Islam Islamic Centre (STAI-IC) Kabupaten Demak terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dengan membuka program studi baru dan bertransformasi menuju institut. Langkah ini mendapat dukungan dari Tim Evaluator Assesmen Lapangan Prodi Magister Pendidikan Agama Islam (PAI) yang hadir di Aula Kampus STAI-IC Demak, Sabtu (15/3/2025).
Tim Evaluator tersebut terdiri dari Prof. Fauzan dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr. Anin Nurhayati dari UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, serta perwakilan Direktorat PTKI Kementerian Agama RI, Dr. Lukman Nugraha dan Fariz Haris. Kehadiran mereka bertujuan untuk melakukan visitasi dan asesmen terhadap program studi yang diajukan STAI-IC.
Ketua STAI-IC Demak, Dr. Ahmad Zuhri, mengungkapkan bahwa visitasi ini merupakan bagian dari program pengembangan institusi.
“Kami mendapatkan jadwal dari PDDikti dan LAMDIK untuk visitasi Prodi Magister PAI. Ini sejalan dengan visi kami untuk terus menambah program studi, berinovasi, serta berevolusi menuju jenjang yang lebih tinggi, bahkan menjadi universitas dalam lima tahun ke depan,” ujarnya.
Pada tahun ini, STAI-IC telah mengajukan dua program studi baru, yakni Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) untuk jenjang S1 dan Magister PAI untuk Pascasarjana. Dr. Ahmad Zuhri berharap kehadiran program studi ini dapat memberikan akses lebih luas bagi masyarakat Demak untuk menempuh pendidikan tinggi di daerah sendiri.
Menurutnya, masih banyak lulusan Madrasah Aliyah (MA) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Demak yang harus berkuliah di luar daerah karena keterbatasan pilihan program studi.
“Berdasarkan data Kemenag Demak, setiap tahun ada sekitar 9.000 lulusan MA dan SMA, namun yang melanjutkan ke perguruan tinggi hanya sekitar 400 orang. Salah satu penyebabnya adalah faktor jarak dan biaya jika harus berkuliah di luar Kabupaten Demak,” jelasnya.
Dr. Ahmad Zuhri menambahkan bahwa STAI-IC berupaya menjadi solusi bagi tantangan tersebut dengan menghadirkan pendidikan berkualitas di Demak.
“Jika tahun ini kami bisa menambah dua prodi lagi dan beralih status menjadi institut, maka kami bisa memberikan harapan lebih besar bagi masyarakat Demak untuk mengenyam pendidikan tinggi,” tegasnya.
Sementara itu, Tim Evaluator, Prof. Fauzan, menilai STAI-IC memiliki potensi besar untuk berkembang.
“STAI-IC Demak memiliki sumber daya manusia yang berkualitas, didukung yayasan yang kuat dengan lahan yang luas serta lokasi yang strategis. Hal ini menjadi modal penting dalam pengembangan institusi,” ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa secara historis, Demak sebagai Kota Wali memiliki potensi besar untuk menjadi pusat peradaban Islam yang tidak hanya dikunjungi untuk wisata religi, tetapi juga sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan serta teknologi. (Sam)
