Takbir Keliling Berujung Petaka; Pemuda Tewas Dikeroyok, 11 Pelaku Buron

Korban pengeroyokan

Kondisi korban pengeroyokan di Dukuh Cempan Bonangrejo Bonang Demak. Foto: Dok

ARUSUTAMA.com – Peristiwa tragis mewarnai malam takbiran di Dukuh Cempan, Desa Bonangrejo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak. Seorang pemuda bernama Aqil Siroj tewas setelah diduga menjadi korban pengeroyokan pada Senin (31/3) sekitar pukul 02.00 WIB. Sementara itu, rekannya, Kholidin, mengalami luka parah akibat penganiayaan yang berujung pada dirinya dibuang ke sawah dalam kondisi kritis.

Menurut keterangan kakak kandung korban, Ahmad Lukman (38), kejadian bermula saat rombongan takbiran yang mereka ikuti sempat dilarang melintas di wilayah tersebut. Meski akhirnya diizinkan, ketegangan tak mereda. Setelah takbir keliling selesai, sekelompok pemuda dari Panjunan mendatangi lokasi untuk meminta klarifikasi terkait larangan tersebut. Namun, sebelum sempat berbicara, mereka justru diserang oleh sekelompok orang yang telah bersiap dengan kayu balok, batu, dan botol.

“Isu bahwa kami datang untuk mengajak tawuran itu tidak benar. Mereka hanya ingin meminta penjelasan, tetapi malah langsung dikeroyok,” ujar Lukman kepada Arusutama, Senin (7/4/2025).

Lukman menambahkan bahwa adiknya dan Kholidin menjadi sasaran kekerasan brutal. Kholidin dianiaya, diseret, dan dibuang ke sawah dengan kepala dipukul hingga terendam air. Saat Aqil mencoba mencari Kholidin, ia justru mengalami nasib serupa. Hasil autopsi menunjukkan luka parah di bagian kepala belakang, memar di perut hingga punggung, serta luka akibat hantaman benda keras.

Pihak kepolisian telah mengamankan empat terduga pelaku dan sejumlah barang bukti, seperti balok kayu jati sepanjang satu meter, batu, dan botol. Namun, sekitar 11 orang lainnya, termasuk otak utama pengeroyokan, masih buron. Sayangnya, hingga kini belum ada daftar pencarian orang (DPO) yang dikeluarkan karena libur cuti Lebaran.

“Kami berharap kasus ini segera diungkap, semua pelaku ditangkap, dan dihukum seberat-beratnya agar ada keadilan bagi korban,” tegas Lukman.

Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh Polres Demak. Masyarakat berharap agar pihak berwajib segera menangkap seluruh pelaku dan memberikan hukuman seadil-adilnya. (Sm)