Pemprov Jateng Gelontorkan Rp 277 Miliar untuk 230 Ribu Guru Agama, Termasuk Zuhdi

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyampaikan komitmen Pemprov dalam peningkatan insentif bagi guru pengajar keagamaan. Foto: Ist.
ARUSUTAMA.com — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan insentif bagi Ahmad Zuhdi (63), guru madrasah diniyah (madin) asal Demak yang sempat viral karena insiden penamparan murid, tetap disalurkan. Zuhdi tercatat sebagai penerima sejak tahun 2019 dalam program bantuan insentif bagi pengajar keagamaan.
“Pak Zuhdi tetap menerima insentif karena kami nilai kasus ini merupakan miskomunikasi, bukan kesengajaan atau kekerasan berulang,” ujar Agung Priyono, Subkoordinator Sarana Pendidikan dan Keagamaan Biro Kesra Setda Jateng, Rabu (23/7/2025).
Insentif tersebut merupakan program rutin Pemprov Jateng yang diberikan kepada para guru pengajar keagamaan dari seluruh agama. Tahun ini, jumlah penerima mencapai 230.830 orang dengan total anggaran Rp 277 miliar, termasuk biaya operasional.
Para pengajar menerima insentif sebesar Rp 1,2 juta per tahun, yang disalurkan secara bertahap tiga kali dalam setahun. Pada termin pertama 2025, dana yang telah disalurkan mencapai Rp 92,3 miliar.
Rincian Penerima Insentif 2025 adalah sebagai berikut: Islam: 225.187 pengajar; Kristen: 4.430 pengajar; Katolik: 475 pengajar; Hindu: 180 pengajar; Buddha: 545 pengajar; Konghucu: 13 pengajar
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperhatikan kesejahteraan pengajar keagamaan.
“Insentif ini adalah bentuk dukungan moral dan finansial. Tahun depan akan kami tingkatkan lagi, dan sudah direncanakan untuk dianggarkan ulang pada 2026,” tegasnya.
Selain insentif, para penerima juga otomatis terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, dengan manfaat jaminan kecelakaan kerja dan kematian.
Selain program insentif, Pemprov Jateng juga menjalankan program Pesantren Obah, yang memberi beasiswa kuliah ke luar negeri bagi santri.
“Ini bukti bahwa Pemprov Jateng hadir untuk para pengajar agama. Kami akan terus mendorong peningkatan kualitas dan kesejahteraan mereka,” tutup Agung. (Sm)
