Padi Apung, Inovasi Pertanian untuk Atasi Genangan Sawah di Demak

Tim Dinas Pertanian dan Pangan Demak bersama penyuluh dan petani survei lokasi demplot padi apung di Desa Tambakroto, Sayung. Foto: Sm
ARUSUTAMA.com – Potensi pertanian di Desa Tambakroto, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, selama ini menghadapi tantangan serius akibat genangan air yang sulit dikendalikan. Kondisi tersebut membuat lahan sawah hanya bisa ditanami padi sekali dalam setahun.
Menyikapi hal itu, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak melalui Bidang Tanaman Pangan mencoba menghadirkan solusi inovatif dengan menerapkan teknologi budidaya padi apung.
Padi apung merupakan sistem budidaya padi di atas permukaan air menggunakan rakit terapung sebagai media tanam. Metode ini dinilai tepat untuk lahan rawa maupun wilayah rawan banjir, sehingga lahan yang semula tidak produktif dapat kembali dimanfaatkan.
Koordinator Penyuluh Kabupaten Demak, Hari Mul, menegaskan bahwa inovasi ini merupakan langkah adaptif menghadapi perubahan iklim.
“Padi apung ini adalah alternatif agar petani tetap bisa menanam meski lahan tergenang air. Kami berharap teknologi ini bisa meningkatkan kesejahteraan petani Tambakroto,” ujarnya, Kamis (28/8/2025).
Hal senada disampaikan Ketua Kelompok Tani setempat, Muhsin, yang menyambut baik inisiatif tersebut.
“Selama ini kami kesulitan karena sawah sering tergenang. Kalau padi apung ini berhasil, tentu akan sangat membantu kami para petani,” katanya.
Pada kesempatan itu, tim dari Bidang Tanaman Pangan bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Wilbin, Irfan, juga melakukan survei calon lokasi demplot di Desa Tambakroto. Kegiatan tersebut bertujuan memastikan kesiapan lahan sekaligus menampung aspirasi petani.
Melalui penerapan padi apung, Desa Tambakroto diharapkan menjadi contoh inovasi pertanian di wilayah rawan banjir.
“Semoga ikhtiar ini membawa hasil yang menggembirakan bagi petani dan masyarakat,” tambah Hari Mul.
