181 Sekolah di Demak Sandang Predikat Adiwiyata, Dorong Peluang Raih Adipura”

Predikat Adiwiyata Demak

Rombongan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Demak menerima penghargaan Adiwiyata di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI sebagai wujud komitmen sekolah peduli lingkungan. Foto: Ist.

ARUSUTAMA.com – Kesadaran sekolah di Kabupaten Demak terhadap pentingnya menjaga lingkungan terus menunjukkan tren positif. Hingga tahun 2025 ini, sebanyak 181 sekolah berhasil meraih predikat Adiwiyata pada berbagai tingkatan, mulai dari Kabupaten, Provinsi, Nasional, hingga Mandiri.

Plt Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Demak, Sudarwanto, menjelaskan rincian capaian tersebut, yakni 140 sekolah berpredikat Adiwiyata Kabupaten, 24 sekolah tingkat Provinsi, 13 sekolah Nasional, dan 4 sekolah Mandiri.

“Ini menunjukkan semangat sekolah-sekolah di Demak untuk peduli lingkungan makin tinggi,” ujarnya, Senin (15/9/2025).

Menurutnya, sekolah yang telah meraih predikat Adiwiyata diwajibkan memperbarui statusnya setiap empat tahun. Jika tidak melakukan pembaruan atau peningkatan, sekolah berpotensi turun peringkat.

“Misalnya sudah Adiwiyata Nasional tapi tidak memperbarui, bisa turun ke tingkat Provinsi. Jadi harus ada peningkatan berkelanjutan, seperti akreditasi,” jelasnya.

Sudarwanto menambahkan, jumlah sekolah Adiwiyata juga menjadi indikator penting dalam penilaian Adipura, penghargaan kota bersih tingkat nasional. Semakin banyak sekolah berstatus Adiwiyata, maka peluang daerah meraih Adipura semakin besar.

Dalam proses penilaian, DLH melibatkan berbagai pihak, mulai dari Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, hingga Kementerian Agama, karena program ini menyentuh aspek kesehatan, sosial, dan pendidikan.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kebersamaan seluruh elemen sekolah dalam program ini. “Yang dinilai bukan hanya kepala sekolah atau guru, tetapi semua stakeholder, termasuk siswa, komite, bahkan masyarakat sekitar. Semakin banyak yang terlibat, nilainya semakin tinggi,” terangnya.

Sekolah dengan predikat lebih tinggi juga diwajibkan menjadi mentor bagi sekolah lain. “Kalau ada satu sekolah Mandiri, dia wajib membina minimal sepuluh sekolah tingkat Kabupaten agar naik jenjang. Jadi ada sistem saling membina,” imbuhnya.

Ke depan, DLH Demak menargetkan semua jenjang pendidikan, mulai dari SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK, hingga MA, bisa ikut serta dalam program Adiwiyata. Dengan begitu, budaya peduli lingkungan di dunia pendidikan semakin meluas. (Sm)