Banjir Limpas Rendam 13 Desa di Demak, 4.794 Jiwa di Sayung Jadi Korban Terparah

Banjir Demak Sayung

Genangan banjir di kawasan Sayung, Demak, hingga sore hari, air belum sepenuhnya surut dan aktivitas warga masih terganggu, Kamis (30/10). Foto: Sm

ARUSUTAMA.com – Ratusan rumah di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, kembali terendam banjir akibat limpasan air sungai setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Rabu malam. Genangan tertinggi mencapai 80 sentimeter dan membuat aktivitas warga terganggu, terutama di Desa Kalisari, Sriwulan, dan Sayung.

Berdasarkan laporan Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Demak, banjir kali ini melanda 5 kecamatan dan 13 desa, dengan Kecamatan Sayung menjadi wilayah paling parah terdampak. Di Desa Kalisari, ketinggian air di jalan utama mencapai 20–50 cm, sementara di pemukiman warga antara 10–20 cm dan masih menunjukkan tren naik.

Sebanyak 750 rumah terdampak, dengan total 1.420 kepala keluarga atau 4.794 jiwa harus menghadapi genangan air yang mulai masuk ke rumah mereka. Selain itu, 200 hektare sawah, 22 tempat ibadah, dan 4 sekolah ikut terdampak.

Sementara di Desa Sriwulan dan Sayung, air sudah mulai surut perlahan setelah dilakukan pompanisasi mobile pump oleh petugas BPBD bersama warga dan relawan.

“Kami terus memantau debit air dan melakukan penyedotan agar genangan segera hilang,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Demak, Suprapto, Kamis (30/10/2025).

Hujan dengan intensitas tinggi membuat Sungai Tuntang, Sungai Jajar, dan Sungai Setu meluap dan tidak mampu menampung debit air, sehingga menyebabkan banjir limpas di wilayah sekitar. Jalan Pantura Sayung di depan HIT Polytron juga terpantau tergenang 15–25 cm, memperparah kemacetan dari arah Semarang menuju Demak.

BPBD Demak bersama Forkopimcam, TNI, Polri, dan masyarakat setempat masih melakukan monitoring, asesmen, serta gotong royong membersihkan tumpukan sampah dan memperkuat tanggul sungai. Adapun kebutuhan mendesak di lapangan saat ini meliputi normalisasi sungai, penguatan tanggul, dan tambahan pompa air untuk mempercepat penyusutan genangan.

“Kami berharap dukungan semua pihak agar normalisasi sungai bisa segera dilakukan. Warga sudah terlalu sering menjadi korban limpasan air,” ujar Agus Sukiyono, Kepala Pelaksana BPBD Demak.

Meski air di sebagian besar wilayah seperti Karangtengah, Guntur, Karanganyar, dan Wonosalam telah surut, warga di Kecamatan Sayung masih waspada mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. (Sm)