Sepekan Berjalan, Operasi Zebra 2025 Catat 435 Pelanggaran di Demak

Petugas Satlantas Polres Demak memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada warga saat Operasi Zebra Candi 2025. Foto: Sm
ARUSUTAMA.com – Satuan Lalu Lintas Polres Demak merilis hasil pelaksanaan Operasi Zebra Candi 2025 dengan menonjolkan capaian data penindakan dan edukasi selama sepekan. Berdasarkan laporan resmi, total 435 pelanggaran lalu lintas tercatat di Kabupaten Demak sepanjang operasi berlangsung.
Dari jumlah tersebut, 60 pelanggar terekam melalui penindakan elektronik (ETLE), sementara 375 pelanggar lainnya terjaring melalui operasi langsung di berbagai titik keramaian dan ruas jalan utama.
Kepala Urusan Pembinaan dan Operasional (KBO) Satlantas Polres Demak, Iptu Djoko Prayitno, menyampaikan bahwa angka tersebut menggambarkan masih tingginya pelanggaran fatal yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.
Ia menjelaskan bahwa dominasi pelanggaran masih berada pada pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm berstandar SNI serta pelanggaran melawan arus. Kedua jenis pelanggaran ini dinilai memiliki risiko terbesar terhadap keselamatan pengendara.
“Pelanggaran terbanyak masih didominasi pengendara sepeda motor yang tidak memakai helm SNI dan pengendara yang melawan arus. Dua pelanggaran ini memiliki risiko kecelakaan yang sangat tinggi,” ungkapnya, Selasa (26/11/2025).
Selain itu, Operasi Zebra Candi 2025 turut menyasar delapan prioritas pelanggaran yang menjadi indikator utama keselamatan lalu lintas.
Delapan pelanggaran tersebut meliputi tindakan melawan arus, penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis, praktik balap liar, pengendara di bawah umur, penggunaan ponsel saat berkendara, tidak memakai helm SNI atau sabuk keselamatan, berkendara melebihi batas kecepatan, hingga pengendara yang berada dalam pengaruh alkohol.
Seluruh kategori ini dicatat karena berkontribusi besar terhadap potensi terjadinya lakalantas.
Meski angka penindakan cukup signifikan, Iptu Djoko menegaskan bahwa pendekatan edukatif tetap menjadi prioritas utama pada Operasi Zebra tahun ini.
Ratusan warga dari berbagai kelompok usia dan profesi telah menerima sosialisasi secara langsung. Edukasi diberikan kepada siswa mulai dari tingkat usia dini, SD, SMP, hingga SMA, pengemudi ojek online, sopir wisata religi, karyawan pabrik, komunitas lokal, hingga masyarakat umum di ruang publik.
“Kami tak hanya menindak, tetapi juga memberikan edukasi secara masif. Keselamatan harus menjadi kebutuhan, bukan hanya sekadar kewajiban taat aturan,” jelasnya.
Edukasi tersebut dilakukan melalui tatap muka, penyuluhan di sekolah, kunjungan ke pangkalan ojek online, hingga kegiatan publik di pusat keramaian.
Lebih lanjut, Iptu Djoko menyebut bahwa data pelanggaran yang terkumpul selama operasi ini akan menjadi dasar evaluasi dalam penguatan budaya tertib berlalu lintas di Demak. “Jika kesadaran masyarakat meningkat, angka kecelakaan akan turun,” pungkasnya. (Sm)
