Diduga Lakukan Pemerasan, Pria Mengaku Jaksa Bikin Geger Wisma Halim Demak

Pria berbaju biru yang diduga melakukan pemeriksaan tanpa identitas diamankan warga di area Wisma Halim, Demak, usai muncul dugaan pemerasan terhadap seorang pengusaha. Foto: tangkapan layar.
ARUSUTAMA.com – Suasana tegang pecah di kawasan Wisma Halim, Kabupaten Demak, pada Selasa sore (25/11/2025) setelah seorang pria berbaju biru yang mengaku sebagai jaksa dari Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah diduga melakukan pemeriksaan tanpa identitas maupun surat tugas resmi.
Aksi tersebut memicu kecurigaan warga dan berujung pada keributan yang terekam dalam sejumlah video.
Dalam salah satu rekaman yang beredar, terdengar suara seseorang yang menyebut adanya permintaan uang dari oknum tersebut. “Kamu saya kasih uang segitu tidak mau, katanya sedikit,” demikian suara dalam video yang kemudian memunculkan dugaan kuat adanya praktik pemerasan.
Warga yang melihat gerak-gerik mencurigakan langsung mengepung area Wisma Halim. Sebuah mobil berwarna hitam yang diduga digunakan oleh rombongan pria berbaju biru itu sempat dihadang warga. Ketegangan pun tak terhindarkan, termasuk aksi saling dorong antara warga dan pihak yang mengaku aparat.
Agil, salah satu saksi di lokasi, menyebut bahwa terdapat empat orang yang mengaku berasal dari Kejati Jawa Tengah dan tengah melakukan pemeriksaan terhadap seorang
pengusaha di Demak. Namun, ketika diminta menunjukkan identitas ataupun surat tugas, mereka tidak dapat memperlihatkannya.
“Empat orang itu mengaku dari Kejati Jateng. Sedang memeriksa seorang pengusaha di Demak. Tapi saat diminta menunjukkan identitas dan surat pemeriksaan, dia tidak tunjukkan,” ujar Agil, Rabu (26/11/2025).
Ia juga mengungkap dugaan bahwa oknum tersebut meminta uang kepada pengusaha untuk menutup suatu kasus.
“Dari informasi di lokasi, dia minta lebih dari yang ditawarkan. Pihak pengusaha menolak. Lalu terjadilah keributan dengan narasi pemerasan itu,” jelasnya.
Menanggapi kejadian ini, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Arfan Triono, menyampaikan bahwa pihaknya sedang menelusuri kebenaran identitas dan tindakan pria berbaju biru tersebut.
“Sedang kami telusuri untuk kami klarifikasi,” ujarnya.
Arfan juga menegaskan bahwa hingga kini belum dapat dipastikan apakah pria itu benar merupakan pegawai Kejati Jawa Tengah.
“Belum tahu apakah oknum dari Kejati. Sedang kami periksa,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, kasus dugaan pemerasan tersebut masih dalam penyelidikan pihak berwenang. (Sm)
