Pendaftaran Pengelolaan Parkir di Demak Diwarnai Keluhan, Dishub Bantah Ada Intervensi

Para pendaftar pengelolaan parkir Pasar Bintoro berkumpul di Kantor Dishub Demak usai menyampaikan keluhan soal proses lelang, Senin (29/12/2025). Foto: Sm
ARUSUTAMA.com – Proses pendaftaran pengelolaan parkir di Pasar Buyaran dan Pasar Bintoro, Kabupaten Demak, menuai keluhan dari sejumlah pendaftar. Mereka mengaku tidak dapat memasukkan berkas lantaran situasi di lokasi pendaftaran dinilai tidak kondusif.
Pengelola Parkir Pasar Bintoro, Wahyu Wakhidiantara, mengungkapkan dirinya gagal menyerahkan berkas pendaftaran karena diduga ada pihak lain yang menghalangi. Pendaftaran yang dibuka pada 12 Desember 2025 itu menurutnya tidak berjalan sesuai prinsip keadilan.
“Saya datang sekitar pukul 15.00 WIB dengan berkas lengkap. Tapi suasananya tidak kondusif karena ada sekelompok pendaftar lain yang menghambat proses penyerahan berkas. Kami merasa dihalang-halangi. Seharusnya, karena kondisi tidak kondusif, pendaftaran ditunda,” ujar Wahyu Wakhidiantara yang akrab disapa Iyan, saat di Kantor Dishub Kabupaten Demak, Senin (29/12/2025).
Ia mengaku kecewa karena panitia tetap melanjutkan proses penerimaan pendaftaran dan menyatakan hanya ada satu pendaftar resmi. Padahal, kata Iyan, dirinya tidak mendapatkan kesempatan menyerahkan dokumen. Hal tersebut dinilainya tidak mencerminkan keterbukaan.
“Selama ini tidak ada masalah. Baru kali ini terjadi,” tambahnya, menyebut bahwa ia telah dua tahun mengelola parkir Pasar Bintoro tanpa kendala administrasi.
Terkait pihak yang diduga menghalangi, Iyan mengaku tidak mengetahui identitas pelaku secara pasti. Namun, ia menduga tindakan itu dilakukan oleh pendaftar lain. Ia juga menyatakan tidak mengetahui adanya intervensi Dishub, meski aktivitas petugas sempat terhambat akibat situasi di lokasi.
“Atas kejadian ini, kami tidak menerima hasil proses pendaftaran dan meminta agar pendaftaran diulang kembali secara fair,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Demak, Arief Sudaryanto, membantah adanya intervensi pihak ketiga dalam proses lelang pengelolaan parkir yang sedang berlangsung.
“Saya terus terang tidak tahu ada kejadian itu,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Arief menegaskan proses lelang berjalan sesuai ketentuan dan jadwal yang ditetapkan.
“Kami berupaya menjalankan proses ini secara fair. Waktunya jelas, mulai dari pengumuman hingga pemasukan penawaran,” katanya.
Menanggapi adanya informasi dugaan intervensi sebagaimana disampaikan salah satu pendaftar, Arief menyebut pihaknya masih mendalami laporan tersebut.
“Memang sempat disampaikan ke kami hari ini, tapi kami juga belum tahu betul kejadiannya seperti apa,” pungkasnya. (Sm)
