Fenomena Siswa Enggan Kuliah, DEMA STAI IC Demak Dorong Peran Pemerintah

DEMA STAI IC Demak saat melakukan sosialisasi pendidikan tinggi di salah satu SMA sederajat di Kabupaten Demak. Foto: Sm
ARUSUTAMA.com – Fenomena rendahnya minat siswa SMA sederajat untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi menjadi perhatian serius Dewan Eksekutif Mahasiswa STAI Islamic Centre Demak. Kondisi ini terungkap setelah DEMA STAI IC Demak melakukan sosialisasi ke sejumlah sekolah menengah atas dan sederajat di Kabupaten Demak dalam beberapa hari terakhir.
Ketua DEMA STAI IC Demak, Miftahut Tholibin, menyampaikan bahwa sebagian besar siswa yang ditemui lebih memilih langsung bekerja setelah lulus sekolah dibandingkan melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.
“Dari hasil sosialisasi yang kami lakukan, minat siswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi tergolong rendah. Rata-rata mereka ingin langsung bekerja setelah lulus,” ungkapnya, Jumat (13/2/2026).
Menurut Miftahut, alasan yang disampaikan para siswa cukup beragam. Faktor ekonomi menjadi penyebab utama, terutama bagi siswa dari keluarga menengah ke bawah. Selain itu, berkembang anggapan bahwa bekerja setelah lulus dinilai lebih cepat menghasilkan uang dan lebih pasti dibandingkan menempuh pendidikan tinggi yang belum tentu menjamin pekerjaan.
“Kita tidak bisa menutup mata. Biaya kuliah yang semakin tinggi dan kekhawatiran tidak adanya jaminan kerja setelah lulus membuat mereka memilih sesuatu yang dianggap lebih pasti. Ini adalah realitas yang perlu kita hadapi bersama,” tambahnya.
Ia menilai fenomena ini bukan hanya persoalan pilihan individu, melainkan menjadi pekerjaan rumah besar bagi seluruh pemangku kepentingan, khususnya pemerintah.
“Ini bukan hanya soal ‘isi perut’, tapi juga soal ‘isi otak’. Negara dan daerah tidak boleh hanya fokus pada kebutuhan ekonomi jangka pendek, tetapi juga harus memikirkan kualitas sumber daya manusia jangka panjang,” tegasnya.
Miftahut menekankan bahwa pendidikan tinggi tetap menjadi salah satu jalan penting untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat serta membangun daerah yang lebih maju dan berdaya saing.
Sebagai langkah solusi, DEMA STAI IC Demak mendorong beberapa upaya konkret, antara lain perluasan akses beasiswa bagi siswa kurang mampu, sosialisasi pendidikan tinggi yang lebih masif agar siswa memahami peluang pascakampus, sinergi antara kampus dan dunia kerja supaya lulusan memiliki keterampilan relevan, serta pendampingan karier sejak SMA agar siswa memiliki gambaran masa depan yang jelas.
“Kami siap berkolaborasi dengan sekolah, kampus, maupun pemerintah untuk memberikan edukasi dan motivasi kepada siswa. Jangan sampai potensi besar anak-anak Demak terhenti hanya karena keterbatasan informasi dan ekonomi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Miftahut juga menyampaikan harapannya kepada Pemerintah Kabupaten Demak dan Dinas Pendidikan Kabupaten Demak agar lebih serius merespons kondisi ini melalui kebijakan yang berpihak pada peningkatan akses pendidikan tinggi, baik lewat beasiswa daerah, subsidi pendidikan, maupun kerja sama strategis dengan perguruan tinggi.
“Investasi di bidang pendidikan adalah investasi jangka panjang. Hasilnya mungkin tidak langsung terlihat, tetapi sangat menentukan masa depan daerah. Jika kita ingin Demak maju dan berdaya saing, maka generasi mudanya harus diberi ruang, kesempatan, dan dukungan untuk berkembang. Pendidikan adalah kunci,” pungkasnya. (Sm)
