Kapolres Demak Cup 2026, Ketika E-Sport Menjadi Bahasa Baru Prestasi Anak Muda

Kapolres Demak menyerahkan trofi dan piagam penghargaan kepada tim juara turnamen e-sport Mobile Legends Kapolres Demak Cup 2026 di Pendopo Satya Bhakti Praja, Sabtu (4/4/2026). Foto: ist.
ARUSUTAMA.com – Di tengah derasnya arus digitalisasi, Kepolisian Resor Demak memilih pendekatan berbeda dalam membina generasi muda. Melalui turnamen e-sport Mobile Legends: Bang Bang bertajuk Kapolres Demak Cup 2026, ruang kompetisi yang sehat dan produktif dihadirkan bagi pelajar.
Selama dua hari, 3–4 April 2026, Pendopo Satya Bhakti Praja Kabupaten Demak dipenuhi energi ratusan pelajar. Sebanyak 520 peserta dari jenjang SMP hingga SMA, yang tergabung dalam 103 tim, saling adu strategi dan ketangkasan dalam suasana kompetitif namun tetap menjunjung sportivitas.
Turnamen ini bukan hanya ajang permainan semata. Di balik layar gawai, tersimpan upaya membangun karakter, kedisiplinan, serta semangat kebersamaan. Kolaborasi antara Polres Demak, Dinas Pemuda dan Olahraga, KONI, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Esports Indonesia Kabupaten Demak adalah bukti bahwa pembinaan generasi muda membutuhkan sinergi lintas sektor.
Kapolres Demak, AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra, menegaskan bahwa e-sport telah bertransformasi menjadi bagian dari olahraga modern yang diakui secara global. Karena itu, pendekatan pembinaan juga harus mengikuti perkembangan zaman.
“E-sport bukan lagi sekadar hiburan. Ini adalah ruang baru bagi anak muda untuk berprestasi. Tugas kita adalah memastikan ruang itu tetap positif dan membangun,” ujarnya.
Lebih dari itu, turnamen ini juga sebagai strategi kultural dalam merangkul generasi milenial dan generasi Z agar tidak terjebak dalam aktivitas negatif.
“Energi anak muda harus diarahkan. Daripada terseret pada hal-hal yang merugikan, lebih baik disalurkan melalui kompetisi yang sehat seperti ini,” tambahnya.
Nada serupa disampaikan Ketua Esports Indonesia (ESI) Kabupaten Demak, Abdul Khalim. Ia mengingatkan bahwa kemenangan bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang dalam dunia e-sport.
“Bagi yang menang, jangan cepat puas. Bagi yang belum berhasil, jangan menyerah. Ini adalah gerbang awal menuju prestasi yang lebih besar,” katanya.
Menariknya, turnamen ini juga diwarnai dengan deklarasi komitmen Kamtibmas oleh para peserta. Mereka sepakat menjaga keamanan dan ketertiban, menolak hoaks serta ujaran kebencian, dan menjauhi praktik negatif seperti perjudian online dan penyalahgunaan narkoba.
Pada kategori SMA, tim D1 United dari SMA Negeri 1 Demak tampil sebagai juara pertama, disusul SMAGAMA dari SMA Negeri 3 Demak dan Hara Heta dari SMA Negeri 1 Guntur. Sementara di kategori SMP, tim South Ares dari SMP Negeri 2 Demak meraih posisi puncak, diikuti Hoki Pakde dan ESGADE dari SMP Negeri 3 Demak.
Penutupan turnamen pada Sabtu (4/4) sore ditandai dengan penyerahan trofi, sertifikat, dan uang pembinaan. Namun lebih dari sekadar penghargaan, ajang ini meninggalkan pesan kuat: bahwa di era digital, prestasi bisa lahir dari mana saja–bahkan dari sebuah permainan.
Kapolres Demak berharap kegiatan serupa dapat terus digelar sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan. Sebab, di tangan generasi muda yang tepat arah, masa depan bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang karakter dan tanggung jawab sosial. (Sm)
