PMII Demak Jenguk Guru yang Dibacok Murid Sendiri

IMG_20230926_022233

PC PMII Demak bersama Ayahanda Korban usai menjenguk di RS Kariadi Semarang. Foto: ist.

Demak, arusutama.com – Tragedi pembacokan murid kepada guru yang terjadi di Madrasah Aliyah (MA) Yasua Desa Pilangwetang RT 03/02 Kebonagung, Demak menjadi perbincangan khalayak ramai, tak terkecuali dari Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Demak yang kemudian langsung menjenguk korban di Rumah Sakit Kariadi Semarang, Senin (25/9/2023) malam.

Kejadian bermula saat korban (AF) sedang melaksanakan kegiatan pengawasan dan membagikan soal ulangan tengah semester di kelas XII IPS, tiba-tiba datang siswa atau pelaku (MAR) ke ruang kelas sambil mengucapkan salam, setelah itu ia mengeluarkan sabit dari belakang pinggangnya dan mengarahkannya ke korban hingga mengenai bagian leher sebelah kanan dan lengan sebelah kiri.

Setelah MAR membacok gurunya sekira pukul 09.30 WIB, ia pun bergegas lari keluar kelas sambil melemparkan sabit ke lapangan dan melarikan diri menggunakan sepeda motor ke arah keluar sekolah menuju jalan raya Semarang-Purwodadi, dan sampai saat ini pelaku masih dalam pencarian pihak yang berwenang.

Atas tindakannya, Ketua PC PMII Demak, Mustofa Najib sangat mengecam dan menyayangkan kejadian tersebut, ini menjadi refleksi dan duka bersama akan dunia pendidikan. Murid berani melawan gurunya sendiri dan melakukan hal diluar batas kewajaran kenakalan anak.

“Semoga kasus ini yang terakhir dan tidak akan terjadi lagi tindak kekerasan kepada guru atau dunia pendidikan. Dan, semoga Bapak Guru (AF) cepat sembuh, karena saat ini kondisi korban sudah cukup stabil tinggal menunggu perawatan lanjutan dan korbanpun juga sudah sadarkan diri dan bisa diajak komunikasi,” terang Najib usai menjenguk korban.

Sementara itu, Ayahanda dari keluarga korban, Maslihan menuturkan, bahwa motif pelaku sampai nekat melakukan hal tersebut diduga karena korban merupakan guru BK di sekolahnya.

“Karena sering mendapatkan teguran akibat sering bolos dan tidak mengerjakan tugas serta belum memenuhi administrasi sekolah. Kemungkinan ada rasa tidak senang dan puncaknya hari ini diluapkan pelaku,” terang Maslihan ayahanda korban.

Pihak dari keluarga menghimbau agar masyarakat tidak mudah menerima segala bentuk informasi negatif atau yang belum benar kepastiannya seperti yang ramai di sosial media saat ini. (Sam)