Bupati Demak Eisti’anah Tinjau Pengungsi Banjir dan Koordinasi Perbaikan Tanggul

20240206_131440

Bupati Demak Eisti'anah dan Relawan lainnya saat berada di dapur umum pengungsian banjir. Foto: Sam

ARUSUTAMA.COM – Banjir yang melanda dua kecamatan di Kabupaten Demak, yakni Kebonagung dan Karangawen, menyebabkan ratusan warga mengungsi. Bupati Demak Eisti’anah meninjau langsung kondisi pengungsi dan mengkoordinasikan perbaikan tanggul yang jebol di beberapa titik.

Menurut Bupati Demak, banjir disebabkan oleh debit air yang meluap dari sungai. Pengungsi berasal dari Desa Sidorejo, Kecamatan Karangawen, yang paling parah terkena dampaknya.

“Kami sudah mendapat informasi dari BBWS bahwa tanggul yang jebol akan segera diperbaiki,” kata Bupati Demak, Selasa (6/2/2024).

Ia juga mengatakan, pemerintah daerah terus berupaya untuk mengatasi masalah banjir ini agar tidak terulang lagi.

“Kami berharap masyarakat yang terdampak bisa tetap sabar dan tabah. Semalam air mencapai setinggi dada orang dewasa, tapi sekarang sudah mulai surut,” ujarnya.

Bupati Demak juga mengajak masyarakat untuk menjaga kesehatan dan saling gotong royong. Ia memberikan semangat kepada para relawan yang membantu menyediakan makanan, terutama untuk lansia, perempuan, dan anak-anak yang masih berada di tempat pengungsian.

“Kami juga berdoa agar tidak ada lagi kiriman air yang tinggi dari hulu. Karena sebenarnya curah hujan di Kabupaten Demak tidak terlalu mempengaruhi banjir ini, tapi karena ada kiriman air yang besar dari daerah lain,” tuturnya.

Bupati Demak juga memberikan apresiasi kepada para relawan yang cepat tanggap dalam mengevakuasi warga yang terjebak banjir. “Alhamdulillah, saat kami berkomunikasi dengan relawan, kami mendapat kabar bahwa tidak ada korban jiwa akibat banjir. Semua warga berhasil dievakuasi dengan sigap oleh para relawan. Alhamdulillah,” ungkapnya.

Di sisi lain, Kepala Pelaksana BPBD Demak, Agus Nugroho, menyampaikan, sebagian pengungsi sudah kembali ke rumah mereka.

“Kalau kemarin ada 79 pengungsi, sekarang tinggal 7 KK yang paling terdampak di Desa Pilangwetan, Sidorejo, Karangawen. Semalam air setinggi 70 cm,” katanya.

Agus juga menginformasikan, ada lima titik tanggul yang kritis dan sudah dikoordinasikan dengan BBWS untuk segera ditangani. (Sam)