Bolone Mase Demak Berbagi Duka dengan Korban Banjir

Para relawan sedang mengepaki berbagai bantuan di Posko Siaga Bolone Mase Demak Peduli Banjir. Foto: Ist.
Arusutama.com – Banjir bandang yang melanda beberapa desa di Kabupaten Demak akibat luapan Sungai Kali Setu masih belum surut. Sebanyak 1.500 kepala keluarga (KK) di tiga desa di Kecamatan Karangawen, yaitu Desa Jragung, Rejosari, dan Sidorejo, terpaksa mengungsi karena rumah mereka terendam air.
Untuk membantu meringankan beban warga yang terdampak banjir, Bolone Mase Demak, sebuah organisasi sosial yang bergerak di bidang kesehatan dan pendidikan, membuka posko siaga peduli banjir dengan nama “Dukamu Dukaku”. Posko ini menyediakan berbagai bantuan, seperti mie instan, air mineral, pakaian, selimut, obat-obatan, dan dapur umum.
Ketua Bolone Mase Demak, Ali Sodikin, mengatakan bahwa posko siaga peduli banjir ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas Bolone Mase terhadap warga yang mengalami musibah.
“Kami turut prihatin dan bersedih semoga banjir lekas surut, dan kami membuka posko siaga peduli banjir ini untuk ikut meringankan beban warga yang terdampak banjir. Ini bentuk kepedulian kami ikut merasakan bagaimana rasanya warga yang terkena musibah banjir dan semoga warga diberi kesabaran dan ketabahan atas musibah ini,” ujar Ali.
Ali menambahkan bahwa posko siaga peduli banjir ini akan terus beroperasi selama banjir masih menggenangi desa-desa di Kabupaten Demak. Ia juga mengajak masyarakat yang ingin berdonasi atau menjadi relawan untuk bergabung dengan Bolone Mase Demak.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung kegiatan kami. Kami juga mengharapkan bantuan dan partisipasi dari masyarakat yang ingin berdonasi atau menjadi relawan untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena banjir,” tutur Ali. (Sam)
