Ribuan Anak 6-11 Tahun di Salatiga Divaksin

SALATIGA – Komplek Sekolah Dasar Negeri Salatiga 6 terlihat lebih ramai dari biasanya. Sejak Senin kemarin (10/1) SD yang beralamat di Jalan Kartini tersebut dipadati anak-anak dan para orang tua mereka.
Keramaian itulah nampaknya menjadi tanda bahwa Kota Salatiga sudah memulai kegiatan vaksin untuk anak usia 6-11 tahun. Vaksinasi menyasar anak taman kanak-kanak(TK), RA, SD dan MI dilakukan dengan melibatkan petugas kesehatan dari Dinkes dan Polres Salatiga.
Kegiatan yang sempat menjadikan lalu lintas di Jalan Kartini agak tersendat itu, menurut Kepala SD Salatiga 6, Theresia Sri Rahayu, merupakan pemberian vaksin COVID – 19 tahap pertama untuk anak TK, RA, SD dan MI di wilayah Kecamatan Sidorejo. Adapun jenis vaksin yang diberikan untuk mereka adalah Sinovac.
“Ini vaksinasi tahap pertama. Kami sudah memulainya sejak Senin dan rencananya selesai Kamis besok. Yang mengikuti vaksin anak-anak TK, RA, SD dan MI hanya se-Kecamatan Sidorejo. Sedangkan untuk tiga kecamatan lain, kegiatan vaksin menempati lokasi yang sudah ditentukan,” kata Theresia.
Dia menambahkan, pada dua hari sebelumnya vaksin diikuti sedikitnya seribu anak per hari. Khusus untuk Rabu (12/1) dan Kamis (13/1) ditargetkan per hari pesertanya mencapai 1.500 anak. Jumlah tersebut termasuk untuk mengakomodasi anak-anak SMP dan mahasiswa yang belum mengikuti vaksinasi.
“Ada beberapa anak SMP dan mahasiswa UKSW yang belum divaksin ikut vaksin di sini. Kami juga mengakomodasi mereka,” imbuhnya.
Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan Kecamatan Sidorejo, Purwanto menjelaskan, target sasaran vaksin diwilayahnya mencapai 7.000 anak. Selain anak di TK, RA, SD dan MI juga mencakup peserta didik yayasan swasta.
“Frekwensi pemberian vaksin sebanyak 2 kali. Ini tahap pertama, yang kedua nanti rencananya Februari. Mudah-mudahan lancar dan sukses sesuai harapan,” kata Purwanto.
Menurutnya, vaksin bagi anak usia 6-11 tahun bertujuan melindungi mereka dari paparan Covid-19 sekaligus memberikan keamanan saat melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. (Anang)
