Sinergi BBWS dan Pemda Demak: Tanggul Sungai Wulan di Bawah Bayang-Bayang Banjir

Proses peninggian tanggul Sungai Wulan dengan alat berat terus dikerjakan, karena debit air kian hari semakin tinggi. Foto: Ist.
ARUSUTAMA.com – Warga Norowito, Ketanjung, Karanganyar, kembali dihantui kekhawatiran akan tanggul Sungai Wulan yang mulai merembes air. Kejadian ini mengingatkan pada insiden serupa yang terjadi bulan Februari lalu, yang berujung pada banjir.
Dalam menghadapi situasi ini, Sekretaris Daerah Demak, Akhmad Sugiharto, mengungkapkan langkah-langkah darurat yang diambil. “Kami telah melakukan penambalan sementara pada titik-titik tanggul yang jebol sebagai langkah antisipasi,” ujarnya setelah acara Megengan, Senin (11/3). Dirinya menambahkan bahwa kerusakan tanggul pada Minggu (10/3) disebabkan oleh debit air yang meningkat.
Sugiharto juga menjelaskan bahwa debit air yang tinggi berasal dari kawasan Muria, yang mengalir ke Kali Gelis dan kemudian ke Kali Wulan, mengakibatkan penumpukan arus menuju muara Sungai Wulan.
Saat ini, terdapat tiga alat berat milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) yang dikerahkan untuk mengatasi kondisi tanggul yang masih memprihatinkan. “Meskipun kami telah menempatkan tiga alat berat di lokasi, situasi masih jauh dari kata aman,” kata Sugiharto.
Masyarakat setempat telah mengambil langkah-langkah pengamanan awal, dengan beberapa di antaranya telah mengungsi. Ahmad Buser (48), salah satu warga, telah mengamankan diri dan keluarganya ke Demak Kota. “Saya telah menyiapkan barang-barang penting di lantai dua rumah saya, mematikan listrik, dan mengungsikan ibu saya ke Semarang,” tuturnya.
Pemerintah Daerah dan BBWS saat ini sedang berupaya keras untuk menyelesaikan permasalahan di tanggul Sungai Wulan dan mengembalikan keamanan bagi warga setempat. (Sam)
