Fenomena BikersMu: Komunitas Touring Motor Muhammadiyah yang Kian Diminati

BikersMu usai audiensi dengan Lembaga Pengembangan Olahraga (LPO) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ahad (30/6). Foto: Ist.
ARUSUTAMA.com – Para penggiat touring motor Muhammadiyah yang tergabung dalam BikersMu mengadakan audiensi dengan Lembaga Pengembangan Olahraga (LPO) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ahad (30/6). Salah satu penggiat BikersMu, Ahmad Labib, mengungkapkan bahwa komunitas ini berupaya menjangkau hingga cabang dan ranting Muhammadiyah. “Ada banyak warga Muhammadiyah yang telah bergabung dengan klub maupun solo rider,” ujarnya.
Labib menjelaskan bahwa dengan sepuluh orang anggota yang gemar touring, sebuah chapter BikersMu bisa dibentuk. Langkah awal yang diambil adalah menambah anggota di semua chapter kota dan kabupaten, yang kemudian akan dikoordinasikan hingga ke tingkat provinsi dan pusat. “Kami mengharapkan seluruh warga Muhammadiyah menyebarkan informasi tentang BikersMu. Warga Muhammadiyah yang berminat bisa menghubungi kami di BikersMu,” tambah Labib. Ia juga mencatat bahwa budaya touring motor semakin populer di berbagai kalangan masyarakat.
Sebagai tanggapan terhadap fenomena ini, BikersMu didirikan sebagai komunitas bagi para bikers Muhammadiyah tanpa memandang jenis motor, jenjang kepengurusan, atau profesi. “BikersMu sebenarnya bukan fenomena baru, karena warga Muhammadiyah sudah lama membentuk komunitas serupa,” lanjut Labib.
Dalam silaturahmi dengan LPO PP Muhammadiyah, penggiat BikersMu hadir dari berbagai kota seperti Klaten, Purbalingga, Demak, Surabaya, Yogyakarta, dan Lampung. Ketua LPO PP Muhammadiyah, Gatot Sugiarto, menyambut baik inisiatif BikersMu. “LPO Muhammadiyah sangat mendukung pengembangan komunitas olahraga. Sebagai komunitas berbasis hobi, BikersMu bisa menjadi media dakwah,” ujarnya.
Selain bertemu dengan LPO, BikersMu juga mengadakan audiensi dengan Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ketua LDK PP Muhammadiyah, Muchamad Arifin, menyambut baik inisiatif tersebut. “Banyaknya komunitas yang muncul seperti jamur di musim hujan tidak bisa diabaikan. Muhammadiyah harus hadir dan mendukung dakwah komunitas,” pungkas Arifin.
