UMKM Binaan PLN UP3 Yogyakarta Raup Omzet Rp 301 Juta di INACRAFT 2024

Salah satu pameran UMKM binaan PLN UP3 Yogyakarta dalam INACRAFT 2024 di Jakarta Convention Center. Foto: ist
ARUSUTAMA.com – Pameran kriya terbesar di Indonesia, The Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2024, yang digelar pada 2-6 Oktober di Jakarta Convention Center, menjadi ajang sukses bagi sejumlah UMKM binaan PLN. Tiga UMKM dari Rumah BUMN Gunungkidul, binaan PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Yogyakarta, berhasil meraup omzet sebesar Rp 301.504.000 selama lima hari pameran.
Ketiga UMKM yang terdiri dari DW Studio milik Didik Warsito di bidang fashion, GK Silver yang bergerak di kerajinan perak, serta Paste Lab yang fokus pada daur ulang sampah, mencatatkan peningkatan omzet hampir tiga kali lipat dibanding rata-rata omzet bulanan mereka. Selain ketiga UMKM tersebut, PLN juga memberangkatkan 12 UMKM lain dari berbagai daerah, termasuk Rumah BUMN Cirebon, Blitar, dan Jambi.
INACRAFT 2024 mengusung tema “Youthpreneur” dan menjadi wadah bagi UMKM untuk berinovasi, berkolaborasi, serta memanfaatkan kekayaan budaya Nusantara.
CEO Paste Lab, Rifqi Dwi Dwantara, menyoroti pentingnya nilai keberlanjutan atau sustainability dalam produknya yang terbuat dari limbah plastik. Ia menekankan bahwa produk daur ulang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki daya saing dengan produk unggulan lainnya.
“Saat pertama kali kami mengikuti INACRAFT, event ini bukan hanya menjadi ajang memperluas pasar, tetapi juga tempat belajar dan menjalin relasi dengan pelaku bisnis lain. Kami ingin menunjukkan bahwa limbah plastik bisa diolah menjadi produk berkualitas dan bersaing di pasar global,” ujar Rifqi kepada awak media, Kamis (17/10).
Selain itu, pemilik GK Silver, Suratman, menekankan bahwa usahanya tidak hanya berfokus pada keuntungan pribadi tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi lokal. Melalui GK Silver, masyarakat sekitar Gunungkidul yang mayoritas berprofesi sebagai buruh tani kini memiliki sumber pendapatan tambahan melalui produksi aksesoris perak dan tembaga secara handmade.
“Kami berharap usaha ini dapat memberdayakan tetangga kami, sehingga mereka tidak hanya bergantung pada pekerjaan sebagai buruh tani. Dengan memproduksi aksesoris berbahan perak dan tembaga, mereka mendapatkan tambahan penghasilan,” ujar Suratman.
Pemilik DW Studio, Didik Warsito, juga menyampaikan apresiasinya kepada PLN yang telah mendukung partisipasi UMKM binaannya dalam INACRAFT.
“Kami sangat berterima kasih kepada PLN atas kesempatan yang diberikan untuk tampil di pameran nasional seperti ini. Event ini memberi kami ruang untuk berkolaborasi dengan seniman lain dan belajar lebih banyak,” ungkap Didik.
Keberhasilan UMKM Rumah BUMN Gunungkidul dalam INACRAFT 2024 menunjukkan komitmen PLN UP3 Yogyakarta dalam membina UMKM sejak 2017.
Manager PLN UP3 Yogyakarta, Pundhi Nugrohojati, menyatakan bahwa prestasi ini merupakan hasil dari upaya pembinaan SDM yang dilakukan PLN.
“Kami berharap keberhasilan ini memacu UMKM lain untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas produk mereka, sehingga dapat meraih prestasi di tingkat nasional maupun internasional,” kata Pundhi.
Hingga pertengahan 2024, lebih dari 1.840 UMKM telah menjadi bagian dari Rumah BUMN Gunungkidul, menunjukkan kontribusi signifikan PLN dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
