Dukung Swasembada Pangan, Pupuk Indonesia dan TNI AD Garap 1.000 Hektare Lahan

Pupuk Indonesia bersama TNI AD dan PTPN I bersinergi wujudkan swasembada pangan di Jakarta, Jumat (14/3). Foto: ist
Jakarta, Arusutama.com – PT Pupuk Indonesia (Persero) menunjukkan komitmennya dalam menjaga lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. Bekerja sama dengan TNI Angkatan Darat (AD) dan PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I), Pupuk Indonesia mengembangkan program Agro Forestry di atas lahan seluas 1.000 hektare yang tersebar di Jawa Barat dan Jawa Timur.
Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama yang dilakukan oleh Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, dan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Program ini merupakan bagian dari inisiatif Environment Social Governance (ESG) yang bertujuan memperkuat pembinaan teritorial (Binter) melalui ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan.
Selain itu, Direktur Portofolio & Pengembangan Usaha Pupuk Indonesia, Jamsaton Nababan, juga menandatangani kesepakatan dengan Aster Kasad, Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo, serta Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, dalam acara yang berlangsung di Jakarta, Jumat (14/3/2025).
Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menegaskan bahwa program ini menjadi bukti upaya Pupuk Indonesia dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan ekonomi.
“Pupuk Indonesia bersama stakeholder mengoptimalkan lahan yang belum dimanfaatkan, baik itu lahan milik TNI AD maupun milik PT Perkebunan Nusantara I, dalam rangka mitigasi perubahan iklim,” ujarnya.
Menurutnya, program ini juga menjadi bagian dari strategi Pupuk Indonesia dalam penyerapan karbon atau dekarbonisasi untuk mendukung target pemerintah mencapai Net Zero Emission (NZE) 2060.
Tak hanya itu, ribuan hektare lahan yang dikelola dalam program ini akan ditanami pohon buah-buahan yang dapat meningkatkan swasembada pangan nasional. Sebagai contoh, di Purwakarta, Jawa Barat, telah ditanam 56.220 bibit pohon di atas lahan 200 hektare.
“Kami juga melibatkan masyarakat dalam pengelolaan lahan ini, sehingga pohon-pohon yang ditanam tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga berdampak positif pada perekonomian masyarakat setempat,” kata Rahmad.
Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, menyampaikan optimismenya terhadap keberlanjutan program ini.
“Program ini awalnya hanya 10 hektare, lalu berkembang menjadi 200 hektare, dan sekarang mencapai 1.000 hektare. Jawa Barat menjadi contoh, dan saya mengajak wilayah lain untuk turut serta dalam program ini,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa program Agro Forestry mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
“Saya yakin, program ini bisa membawa perubahan positif dengan cepat, tidak hanya untuk lingkungan, tetapi juga dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat,” pungkasnya.
