Jalan Rusak di Demak Kian Parah, Warga Berharap Percepatan Perbaikan

Jalan Demak rusak

Kondisi jalan rusak parah di dukuh Kripik, desa Tridonorejo, Bonang, Demak, Minggu (16/3). Foto: Sm

ARUSUTAMA.com – Kondisi jalan kabupaten yang menghubungkan Demak Kota ke Bonang, tepatnya menuju Desa Purworejo, Morodemak, dan Margolinduk, semakin memprihatinkan. Kerusakan yang telah berlangsung bertahun-tahun ini semakin parah saat musim hujan tiba. Jalan yang hanya beralaskan urukan padas berubah menjadi lumpur, membahayakan pengendara yang melintas.

Warga Desa Purworejo, Markumah (51), mengungkapkan keresahannya terhadap kondisi tersebut. Ia menekankan bahwa infrastruktur jalan yang baik sangat berpengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga perekonomian.

“Jalan ini rusak sudah lebih dari lima tahun. Setelah pengurukan dua tahun lalu, sampai sekarang belum ada perbaikan lagi,” ujarnya, Minggu (16/3/2025).

Ia berharap pemerintah segera bertindak dengan pengecoran atau solusi lain agar masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih nyaman dan aman.

Selain memperlambat mobilitas, kondisi jalan yang berlubang dan tergenang air meningkatkan risiko kecelakaan. Ika Mawarni, salah seorang warga yang setiap hari melintasi jalan tersebut untuk bekerja, juga merasakan dampaknya.

“Perjalanan jadi lebih lama karena harus ekstra hati-hati. Saya sendiri pernah mengalami motor mati karena jalan berlubang dan licin setelah hujan. Saat musim hujan, jalan ini sangat rawan,” ungkapnya.

Kerusakan jalan ini membentang dari Dukuh Sukolilo Desa Purworejo hingga Dukuh Kripik Desa Tridonorejo. Kondisi serupa juga terjadi di sisi selatan, dari Patok Margolinduk hingga perbatasan Gebang setelah GOR Margolinduk.

Seorang guru dari Desa Morodemak, Siswanto, bahkan sudah tiga kali terjatuh akibat jalan yang rusak parah.

“Kalau lewat jalan ini harus benar-benar fokus. Kalau ngantuk, lebih baik cari jalan lain. Tapi Alhamdulillah, sejauh ini saya masih selamat,” ujarnya.

Diketahui, rencana perbaikan jalan ini baru akan dialokasikan pada 2026 dengan anggaran Rp 13 miliar untuk sisi utara dan Rp 2,5 miliar untuk sisi selatan Kali Tuntang Lama. Namun, mengingat kondisi yang mendesak, pemerintah desa meminta percepatan perbaikan. DPRD Demak pun telah berjanji untuk mengupayakan agar pembangunan dapat dilakukan lebih cepat.

Warga berharap janji tersebut segera direalisasikan agar mereka tidak lagi harus bertaruh nyawa setiap kali melintasi jalan utama ini.

“Kami sangat berharap pemerintah segera bertindak untuk memperbaiki jalan ini demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat,” pungkas warga. (Sam)