Dukung Pelestarian Budaya, Fipar Demak Beri Warna Baru di Langen Budaya Hadilangu

Sekda Demak bersama Fipar dan panitia lainnya seusai acara Langen Budaya Hadilangu ke-4 di Ndalem Notobratan, Kadilangu, Demak. Foto: Sm
ARUSUTAMA.com – Keberhasilan perhelatan Langen Budaya Hadilangu ke-4 dalam rangka memperingati Hari Tari Sedunia di Ndalem Notobratan, Kadilangu, Demak, pada Minggu (27/4) kemarin tak lepas dari peran banyak pihak. Salah satu yang berkontribusi besar adalah Forum Insan Pariwisata (Fipar) Demak yang mendukung acara dari awal hingga akhir.
Acara yang digelar di bangunan bersejarah peninggalan Sunan Kalijaga ini berlangsung meriah sejak pagi hingga malam. Selain suguhan pertunjukan seni tari, panitia juga mengadakan sesi outing class, di mana tim Fipar berperan sebagai pemandu kegiatan.
Ketua Fipar Demak, Win Setyawan, menyatakan bahwa keterlibatan komunitasnya dalam event budaya ini adalah bagian dari komitmen Fipar untuk mendukung pariwisata lokal.
“Kami di Fipar sangat senang bisa dilibatkan. Event budaya seperti ini adalah bagian dari daya tarik pariwisata,” ungkapnya kepada Arusutama, Senin (28/4/2025).
Lebih lanjut, Win menjelaskan bahwa peran Fipar tidak hanya saat hari H, namun juga jauh sebelumnya. Fipar aktif melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah dan masyarakat untuk memperkenalkan acara Langen Budaya Hadilangu ke-4.
“Tugas kami ada dua, yaitu menjadi promotor dan tim sosialisasi pra acara, serta menjadi pemandu selama outing class Tour de Notobratan berlangsung,” jelasnya.
Di tengah berlangsungnya acara, anggota Fipar juga bertanggung jawab mengatur sirkulasi penonton yang keluar-masuk area pertunjukan, mengingat kunjungan dari para koordinator wilayah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Demak dilakukan bergiliran dengan waktu yang berbeda.
“Karena jam kedatangan korwil Dindikbud berbeda-beda, maka kami bertugas mendampingi dan mengarahkan ke museum cagar budaya Pendopo Notobratan,” tambah Win.
Senada, salah satu anggota Fipar Demak, Mudakirin, mengungkapkan bahwa setiap anggota Fipar memegang tanggung jawab masing-masing untuk mendampingi tamu dari berbagai kecamatan.
“Kami menjalankan tugas ini dengan hati. Event ini digelar dengan penuh kecintaan pada budaya, jadi kami pun menyesuaikan diri,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa seluruh tim Fipar bergerak atas dasar kerelawanan dan semangat mendukung acara.
“Kalau acara berjalan lancar, kami juga ikut merasakan kebahagiaan,” imbuhnya.
Sementara itu, salah satu penyelenggara acara, Ika Febriani, menyampaikan apresiasinya atas dukungan Fipar.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada teman-teman Fipar yang sudah solid membantu kelancaran acara. Kalian luar biasa,” tutupnya. (Sm)
