Produksi Tembakau Demak Tembus 4.000 Ton Lebih, Naik 8% dari Tahun Lalu

Bupati Demak Eisti'anah bersama Kepala Dinpertan Pangan dan stakeholder lainnya saat tinjau pertanian tembakau di Mranggen. Foto: Sm
ARUSUTAMA.com — Pemerintah Kabupaten Demak semakin serius menjadikan tembakau sebagai komoditas strategis daerah. Lewat Dinas Pertanian dan Pangan, sejumlah langkah digulirkan demi mendongkrak produktivitas dan kesejahteraan petani tembakau, terutama di wilayah Mranggen yang dikenal dengan tembakau aromatik khasnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak, Agus Herawan, dalam paparannya menegaskan bahwa komitmen tersebut bukan sekadar wacana.
“Tembakau Mranggen bukan hanya soal kualitas unggul, tetapi juga berkontribusi besar terhadap penerimaan negara melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Selain itu, sektor ini menyerap ribuan tenaga kerja,” tegasnya kepada awak media di Amantis, Senin (2/6/2025).
Data menunjukkan tren positif dalam sektor ini. Tahun 2024 mencatat peningkatan signifikan luas tanam hingga 2.965 hektare, dengan total produksi mencapai 4.022,20 ton. Ini melonjak dari capaian tahun sebelumnya sebesar 2.567 hektare dan 3.725,60 ton.
Budidaya tembakau di Demak telah berlangsung selama dua dekade terakhir dengan sistem tanam monokultur, didominasi varietas Cerupung, serta pola tanam jagung–padi–tembakau. Masa tanam berlangsung setiap tahun dari Mei hingga September.
Namun, di balik geliat produksi, tantangan besar masih membayangi.
“Keterbatasan infrastruktur, fluktuasi harga, serta minimnya tenaga kerja terampil masih menjadi pekerjaan rumah,” ungkap Agus.
Sebagai solusi, Pemkab Demak mengarahkan kebijakan pada intensifikasi pertanian. Ini mencakup pelatihan petani, penyuluhan rutin, pengadaan alat mesin pertanian, pengembangan irigasi, hingga diversifikasi usaha tani. Salah satu terobosan penting adalah pengembangan Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO) untuk menunjang keberlanjutan pertanian.
Sejak 2022, pemanfaatan DBHCHT juga diperluas melalui program bantuan langsung tunai, subsidi iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi petani, hingga persiapan skema asuransi tembakau yang saat ini tengah digodok.
“Dengan dukungan lintas sektor, kami optimis sektor tembakau akan semakin kuat dan berdampak langsung pada kesejahteraan petani. Tak hanya sekedar program, tetapi jalan menuju pertanian berkelanjutan di Demak,” pungkas Agus. (Sam)
