Polisi Amankan Pengurus Ponpes di Demak yang Aniaya Santri

Penulis ; Bagus, wartawan Arusutama.com
DEMAK – Tindak kekerasan yang diduga dilakukan seorang pengurus pondok pesantren terhadap beberapa santri terjadi di salah satu pesantren di Desa Jogoloyo, Kabupaten Demak.
Tindak kekerasan tersebut terekam video oleh seseorang yang kemudian menyebar ke masyarakat. Video berdurasi 1 menit 5 detik itu memperlihatkan seorang pria dewasa yang menempeleng sejumlah santri yang sedang berbaring. Suara tempelengan terdengar jelas.
Bukan itu saja, bahkan dia menarik salah satu santri dengan kedua tangannya dan mengangkat nya ke dinding. Bersamaan itu salah seorang santri yang merasa tidak betah mendapati tindakan tersebut bermaksud keluar untuk pulang, namun mendengar suara sentakan pengurus, akhirnya santri itu pun hanya terdiam sambil berdiri di dekat pintu.
Beredarnya video tersebut menimbulkan banyak reaksi warga. Mereka mengutuk tindakan kekerasan terhadap santri, sebagian lainnya menyayangkan tindakan tak sewajarnya oleh pengurus pesantren. Di pesantren terebut selama ini menampung anak didik dari usia 7-13 tahun.
Melihat video tersebut, anggota DPRD Demak Tatiek Soelistijani langsung melakukan sidak gua mendapatkan informasi yang sebenarnya.
Namun sesampai di pondok pesantren tersebut, tidak terlihat seorang santri maupun pengasuh pesantren. Situasi ponpes terlihat sepi dikarenakan ada acara keluar.
Tatik yang merupakan anggota dewan dari Fraksi PDIP tersebut mengatakan, ada satu pengurus berada di lokasi namun tidak bersedia memberikan keterangan terkait peristiwa penganiayaan yang ramai diperbincangkan warga.
“Kami datang untuk mendapatkan informasi yang sebenarnya sebagai bentuk tabayun atau klarifikasi. Sebab videonya telah menyebar luas di tengah masyarakat,” katanya.
Sementara informasi dari warga, tindakan kekerasan tersebut dilakukan oleh oknum ustadz berinisial M. Informasi, peristiwa di salah satu kamar pondok putra itu dilatarbelakangi kekesalan pengurus pondok karena santri belum tidur, padahal sudah larut malam.
Belum lagi aktivitas di pondok cukup padat dari shalat Tahajud, Subuh hingga menghafal ayat-ayat Alquran.
Namun saat diingatkan dengan baik-baik, jawaban anak-anak membuat emosi ustadz M naik yang kemudian menjadi pemicu terjadinya tindak kekerasan terhadap santri.
Sementara itu Kapolres Demak AKBP Budi Adhy Buono mengatakan, pelaku penganiayaan terhadap santri sudah bawa ke Mapolres untuk dimintai keterangan guna menentukan tindakan hukum. Selain itu pihaknya juga telah memeriksa santri yang menjadi korban.
“Pelaku sudah kami amankan di Mapolres Demak untuk dimintai keterangan,” katanya.
