Bank Jateng Bantu Pemugaran RTLH Warga Demak Rp 300 Juta

26aRTLH2-h1.dem

DEMAK – Masih tingginya jumlah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Demak menarik empati dan kepedulian Bank Jateng Cabang Demak. Melalui Corporate Social Responsibility (CSR), bank pelat merah tersebut menyalurkan bantuan sebesar Rp 300 juta untuk pemugaran RTLH bagi 20 warga Desa Sukorejo, Kecamatan Guntur.
Bantuan tersebut secara simbolis disalurkan Bupati Demak Eisti’anah kepada warga penerima disaksikan Pemimpin Bank Jateng Koordinator Semarang, Imam Hanafi, Pemimpin Bank Jateng Cabang Demak Adhi Setiawan, serta Plt Kadinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Demak Akhmad Sugiharto di Balai Desa Sukorejo, Kecamatan Guntur, kemarin.
Imam Hanafi menyampaikan, bantuan tersebut sebagai bentuk kepedulian sosial Bank Jateng dalam upaya membantu Pemkab Demak untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat agar masyarakat memiliki rumah sehat dan layak huni.
“Bantuan sebesar Rp 300 juta ini untuk 20 unit RTLH, masing-masing penerima mendapat alokasi Rp 15 juta,” kata Imam Hanafi.
Pada tahun 2019, Bank Jateng juga menyalurkan bantuan serupa untuk sejumlah RTLH di beberapa desa. “Kali ini bantuan fokus untuk warga Desa Sukorejo Kecamatan Guntur,” ujarnya.
Adanya kepedulian Bank Jateng diakui Plt Kadinas Perkim, Ahmad Sugiharto menunjukkan sinergitas program yang dapat mendukung program pembangunan Pemkab Demak. Sinergitas seperti itu perlu terus ditingkatkan sehingga dapat mempercepat capaian target pembangunan daerah yang bertujuan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, jumlah RTLH di daerahnya masih cukup banyak mencapai ribuan unit. Pada tahun 2022 Pemkab Demak merencanakan melakukan pemugaran RTLH sebanyak 600 unit. Jumlah itu akan bertambah dengan partisipasi BUMD, BUMN, pemerintah desa maupun pihak swasta yang ikut turut serta mengadakan program bedah rumah.
Sementara itu Bupati Demak Eisti’anah mengapresiasi bantuan sosial dari Bank Jateng yang diperuntukkan pemugaran RTLH karena akan langsung dirasakan masyarakat. Dia pun berharap kepedulian yang positif tersebut perlu diteruskan dan ditingkatkan dari tahun ke tahun.
CSR berkelanjutan ini tentunya memberikan dampak positif dan manfaat bagi perusahaan dan stakeholder terkait. Selain itu juga dapat mendorong perusahaan lain untuk melakukan hal yang sama dan pada akhirnya mampu membentuk kehidupan masyarakat yang mandiri dan sejahtera.
Diakui bupati, program rehabilitasi RTLH merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap kondisi masyarakat utamanya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Pihaknya minta masyarakat ikut berperan secara swadaya membantu dan bergotong royong agar pemugaran RTLH berjalan dengan baik.
“Saya meminta kepada camat dan kepala desa yang warganya menerima bantuan agar turut peduli, dengan mengajak masyarakat sekitar ikut berswadaya dan bergotong royong membantu pemugaran untuk mewujudkan rumah yang lebih layak huni,” pesan bupati. (Zon)