Menpan RB Apresiasi MPP Demak Terapkan Sistem Pelayanan Modern dan Terintegrasi

Polish_20230714_181107010

DEMAK.arusutama.com- Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Abdullah Azwar Anas mengapresiasi langkah maju yang terdapat pada Mal Pelayanan Puplik (MPP) Kabupaten Demak.
MPP Hybrid Kota Wali yang telah diresmikan serentak oleh Menpan RB bersama tujuh MPP di Jawa Tengah pada Februari 2023 lalu tersebut, benar-benar menerapkan sistem pelayanan yang modern dan terintegrasi.
“Dengan layanan seperti ini membuktikan Kabupaten Demak sudah memulai ekosistem layanan terintegrasi yang semakin memudahkan masyarakat dalam mengakses pelayanan publik,” kata Menpan RB, Abdullah Azwar Anas saat meninjau tenant layanan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Demak, Jumat (14/07).
Dalam peninjauan tersebut, Menteri PANRB didampingi Staf Khusus Menteri PANRB Bidang Pelayanan Publik Wanto Sugito, serta Wakil Bupati Demak Ali Makhsun, Ketua DPRD HS Fahrudin Bisri Slamet, Sekda Sugiharto dan Kepala Dinas Penanaman Moda PTSP, Umar Surya Suksmana.
Menteri Anas mendorong Pemkab Demak untuk terus meningkatkan layanan berbasis teknologi digital dalam mengakselerasi layanan administrasi kependudukan dan layanan kesehatan bagi masyarakat di Kabupaten Demak.
Sebelumnya, Menpan RB menghadiri kegiatan di Pendapa Kabupaten Demak dalam acara mentapa ASN.
Anas memberi penegasan kepada semua ASN termasuk pegawai di pemerintah daerah untuk dapat menjalankan arahan Presiden Jokowi terkait reformasi birokrasi.
Di antaranya dalam menyusun perencanaan program, Pemerintah Kabupaten Demak diminta membuat berdasarkan skala prioritas.
“Menentukan skala prioritas itu penting agar dapat mewujudkan birokrasi berdampak. Kita tidak mungkin mengerjakan semua yang kita dengar atau yang kita inginkan, jadi harus ada skala prioritas program,” tuturnya.
Skala prioritas menjadi pemantik semangat bagi ASN dan memudakan fokus bekerja sehingga bisa mencapai target yang telah ditentukan.
Djelaskan lebih lanjut dengan reformasi birokrasi maka birokrasi harus dapat memberikan dampak, dan bukan lagi hanya sekadar tumpukan kertas.
“Untuk itu birokrasi harus dapat bergerak lincah dan cepat,” tuturnya.
Terdapat empat area fokus utama reformasi birokrasi tematik, yakni pengentasan kemiskinan, peningkatan investasi, digitalisasi administrasi pemerintahan, serta percepatan prioritas aktual presiden.
“Arahan Presiden terkait reformasi birokrasi akan semakin kencang larinya kalau digitalisasinya jalan,” terang Menpan RB.

Sementara itu Bupati Demak Eisti’anah menyebut bahwa Kabupaten Demak telah melakukan berbagai upaya untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang lebih baik. Langkah demikian diyakini akan memperbaiki sistem manajemen dalam administrasi pemerintahan di Kabupaten Demak.
Di antaranya adalah membangun tata kelola manajemen ASN yang dimulai dari rekrutmen dan seleksi yang transparan hingga pengembangan kapasitas ASN. Selain itu, juga dilakukan pembangunan dan penggunaan teknologi informasi, utamanya dalam tata kelola manajemen ASN Kabupaten Demak. (Sul)