Demak Berdzikir, Sambut Harlah Muslimat NU ke-78 dan Hari Jadi Demak ke-521

IMG-20240219-WA0035

Bupati Demak bersama Sekda dan Ketua PC Muslimat NU Demak. Foto: Ist.

ARUSUTAMA.com – Dalam rangka memperingati Harlah Muslimat NU yang ke-78 dan hari jadi kabupaten Demak yang ke-521, ribuan muslimah Demak menggelar doa bersama di serambi Masjid Agung Demak, Minggu (18/2/2024). Doa bersama ini merupakan bagian dari acara yang bertajuk “Menuju Masyarakat Demak Berilmu Amaliah, Beramal Ilmiyah dan Berakhlaqul Qurani”. Acara ini juga dimeriahkan dengan 1000 khataman, 1000 khafidzoh dan 1000 manaqib.

Harlah Muslimat NU merupakan peringatan hari lahir organisasi perempuan terbesar di Indonesia yang didirikan pada 29 Maret 1946 di Purwokerto. Sementara itu, hari jadi kabupaten Demak merupakan peringatan hari lahir kerajaan Demak yang didirikan pada 28 Maret 1503.

Dalam sambutannya, PW Muslimat NU Jateng, Prof. Hj Yuyun Efendi mengapresiasi peran Muslimat NU Demak dalam pembangunan dan pemberdayaan perempuan. Ia juga mengajak para muslimah untuk menjaga ukhuwah, baik ukhuwah wathoniyah, ukhuwah washatiyah maupun ukhuwah islamiyah.

“Perempuan memang banyak tantangan, tapi perempuan juga banyak manfaat. Perempuan selalu dibutuhkan dalam perjuangan, baik oleh negara maupun oleh keluarga. Muslimat NU adalah wadah perempuan yang berjuang bersama pemerintah dan masyarakat untuk kemajuan bangsa,” kata Prof. Yuyun.

Prof. Yuyun juga mengungkapkan kekagumannya terhadap Muslimat NU Demak yang telah memiliki banyak lembaga sosial, seperti rumah sakit, klinik, panti asuhan, lembaga pendidikan, majlis taklim dan lain-lain. Ia menegaskan bahwa Muslimat NU adalah benteng ketahanan keluarga yang menjadi dasar ketahanan nasional.

“Tanpa keluarga yang kuat, tidak mungkin ada negara yang kuat. Demak adalah contoh daerah yang memiliki potensi besar, terutama dalam bidang keagamaan. Banyak qori, qoriah dan hafidz, hafidzah yang berasal dari Demak. Semua itu tentu untuk kebaikan umat dan bangsa. Mari kita lanjutkan perjuangan para pendahulu kita yang telah berkorban untuk kemerdekaan Indonesia,” ujar Prof. Yuyun.

Bupati Demak, Hj Eisti’anah, yang juga hadir dalam acara ini, menyampaikan terima kasih kepada NU yang telah membantu penanganan banjir yang melanda Demak. Ia mengatakan bahwa NU selalu bersinergi dengan pemerintah dalam berbagai program.

“Kepada korban banjir, saya ucapkan semoga tabah dan sabar. Semua harta benda yang hilang karena banjir, insya Allah akan diganti oleh Allah. Pemerintah juga akan terus berusaha membantu pemulihan, termasuk bagi para petani yang gagal panen,” kata Bupati Eisti’anah.

Ketua PC Muslimat NU Demak, Hj Ummi Hanik, mengatakan bahwa doa bersama ini bertujuan untuk meminta keselamatan bagi kabupaten Demak. Ia berharap dengan adanya 1000 khafidzoh, khataman dan manaqib ini, semoga Demak selamat dan dilindungi oleh Allah SWT, mendapatkan syafaat dari Al-Qur’an, dan lelahnya menjadi lillah.

Acara ini juga diisi dengan tausiyah oleh Habib Umar Mutohar dari Semarang, yang memberikan nasihat tentang pentingnya menjadi ibu rumah tangga yang baik. Ia mengingatkan bahwa surga itu di bawah telapak kaki ibu, dan kebahagiaan rumah tangga tergantung pada ibunya. Ia juga menyarankan agar setiap rumah membaca Al-Qur’an, karena Allah akan mengutus malaikat yang bercahaya, yang membawa berkah dan rahmat.

Acara yang dipimpin oleh Hj Nur Imamah ini diikuti oleh ribuan kader Muslimat NU dari 14 PAC se-kabupaten Demak. Acara ini juga dihadiri oleh para pejabat daerah, pinisepuh, dan takmir Masjid Agung Demak. (Sam)