Dua Rumah Ludes Terbakar di Demak, Konsleting Listrik Jadi Biang Keladi

IMG-20240409-WA0005

Petugas pemadam kebakaran saat mencoba mematikan kobaran api yang terjadi di Desa Pundenarun, Minggu (7/4). Foto: Dok. untuk Arusutama

ARUSUTAMA.com – Di tengah kesibukan dan kekhusyukan bulan Ramadan, Kabupaten Demak dikejutkan oleh serangkaian kebakaran. Salah satu Pasukan Pemadam Kebakaran Kabupaten Demak, Agus Wiyono, mengatakan bahwa ada empat insiden kebakaran yang terjadi di berbagai lokasi, diantaranya sebuah pabrik di Desa Merak, sebuah rumah di Tegowanu, Ruko laundry di depan Stadion Pancasila, dan dua rumah di Pundenarun.

Menyikapi hal ini, Agus Wiyono mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kabel-kabel listrik yang berpotensi konsleting, terutama selama musim penghujan. “Periksa dan ganti kabel yang sudah tidak layak guna untuk menghindari konsleting yang bisa memicu kebakaran,” ujar Wiyono kepada Arusutama, Senin (8/4).

Lebih lanjut, Wiyono menekankan pentingnya ketersediaan alat pemadam api ringan (APAR) di Ruko dan industri rumahan sebagai langkah preventif. “APAR harus selalu siap pakai untuk mengatasi api sebelum berkembang menjadi kebakaran besar,” tambahnya.

Insiden terakhir yang terjadi di Desa Pundenarun, Dukuh Sambi RT 3 RW 1 Kecamatan Karangawen, berhasil ditangani dengan cepat oleh tim pemadam kebakaran setempat. Kebakaran yang terjadi pada Minggu, (7/4) berhasil dipadamkan dalam waktu kurang dari tiga jam.

Melalui PLT Kasatpol PP, Kabid Linmas dan Damkar, serta Plt Kasi Damkar Kabupaten Demak melaporkan bahwa kerusakan total pada dua unit rumah akibat kebakaran tersebut yakni rumah milik Lutfi Khakim dan Kardani, keduanya diduga terbakar akibat konsleting listrik.

Meski kerugian materi belum dapat dihitung, respons cepat dari petugas Damkar serta dukungan mobil damkar Karangawen, berhasil mencegah jatuhnya korban jiwa. Kejadian ini mengingatkan akan pentingnya pemeriksaan instalasi listrik secara berkala. (Sam)