Mahasiswa UIN Walisongo Siap Berkontribusi dalam KKN MIT ke-18 di Pegandon

Mahasiswa UIN Walisongo gelar apel dalam penyerahan peserta KKN MIT ke-18 di Kantor Kecamatan Pegandon, Kendal, Kamis (4/7). Foto: Ist.
ARUSUTAMA.com – Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) melaksanakan upacara pelepasan mahasiswa untuk Kuliah Kerja Nyata Mandiri Intensif Terprogram (KKN MIT) ke-18 di Kantor Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal, Kamis (4/7).
Sebanyak 180 mahasiswa dari berbagai fakultas di UIN Walisongo siap mengabdikan diri di 12 posko yang tersebar di desa-desa Kecamatan Pegandon. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama, Hasan Asya’ri Ulama’I, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kegiatan KKN sebagai bentuk nyata penerapan ilmu yang telah diperoleh di bangku kuliah untuk pemberdayaan masyarakat.
“Ini adalah momen bagi kalian untuk menerapkan teori yang telah dipelajari di kelas ke dalam aksi nyata. Pembelajaran KKN berbeda, kalian akan terlibat selama 24 jam dalam membantu dan mengabdi pada masyarakat,” ujarnya.
Hasan juga berterima kasih kepada pihak-pihak terkait yang telah menerima mahasiswa KKN dengan baik dan mengingatkan mahasiswa untuk menjaga nama baik almamater selama bertugas. “Kami titipkan mahasiswa kepada camat, kades, tokoh agama, tenaga kesehatan, dan lainnya. Bimbing dan arahkan mereka dengan baik,” tambahnya.
Camat Pegandon, Junaedi, memberikan penjelasan mengenai beberapa permasalahan yang ada di wilayahnya yang membutuhkan perhatian mahasiswa KKN, seperti masalah stunting dan pengembangan ekonomi kreatif.
“Saat ini, tingkat stunting di Kecamatan Pegandon mencapai 14%. Kami berharap kalian dapat membantu mengurangi angka tersebut. Selain itu, kami juga menggalakkan program mengaji ba’da Maghrib dengan mematikan TV dan HP,” jelasnya.
Junaedi juga menekankan pentingnya adaptasi mahasiswa terhadap adat istiadat setempat dan menjaga nama baik kampus. “Setiap desa memiliki karakteristik yang berbeda, jadi kalian harus dapat menempatkan diri dengan baik dan menyesuaikan diri sesuai budaya di desa masing-masing,” pungkasnya.
Dengan semangat dan komitmen tinggi, mahasiswa UIN Walisongo siap memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Pegandon selama masa KKN MIT ke-18 ini.
