Tragis, Bocah 4 Tahun Tewas Tenggelam di Embung Desa Mrisen

IMG-20240704-WA0044

Polsek Wonosalam saat olah TKP di embung Desa Mrisen, Kecamatan Wonosalam, Kamis (4/7). Foto: Ist.

ARUSUTAMA.com – Nasib malang menimpa seorang bocah berusia 4 tahun asal Desa Mrisen, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. FF ditemukan tewas setelah tenggelam di embung desa Mrisen, Dempet, Kamis (4/7).

Kanit Reskrim Polsek Wonosalam, Aiptu Purwadi, menjelaskan kejadian bermula saat seorang saksi yang baru pulang dari sawah melihat cucunya, Aj (teman korban), berdiri di tepi embung sambil menunjuk-nunjuk ke tengah embung sekitar pukul 07.30 WIB. Khawatir cucunya bermain di area berbahaya, saksi tersebut segera mengajak Aj (4) pulang ke rumah tanpa mengetahui bahwa FF sedang bermain bersama Aj dan tenggelam di embung tersebut.

Setelah 30 menit beristirahat, ibu Aj menanyakan kepada saksi apakah Aj bermain bersama temannya. “Saksi menjawab tidak tahu, lalu pergi ke embung untuk memeriksa sekitar,” ungkap Purwadi.

Ketika memeriksa embung, saksi menemukan tubuh FF yang sudah tidak bernyawa, sekitar lima meter dari tepi embung. FF segera dibawa ke klinik Darul Amin di Desa Kuncir.

Namun, orang tua korban masih berharap bahwa jantung anaknya masih berdetak lambat, sehingga mereka merujuk FF ke RSI NU Demak. Sayangnya, di rumah sakit tersebut, FF dinyatakan meninggal dunia. Setelah itu, jenazahnya dibawa pulang dan dimakamkan. Keluarga korban telah menerima kejadian ini sebagai sebuah musibah.

Hasil pemeriksaan dari tim medis RSI NU Demak menunjukkan tidak ada tanda-tanda penganiayaan atau tindak kriminal pada tubuh FF. “Pemeriksaan menunjukkan pupil sudah melebar, saturasi oksigen 0, EKG asistol (tidak ada aktivitas), warna kulit sudah biru kekurangan oksigen, dan tidak ada respons,” jelas Purwadi.

Kejadian tragis ini menambah daftar peringatan bagi para orang tua agar lebih berhati-hati mengawasi anak-anak saat bermain, terutama di lokasi yang berpotensi membahayakan.