Pemkab Demak Inisiasi Pelatihan Hantaran Pernikahan, Warga Tridonorejo Bonang Siap Tingkatkan Keterampilan

Bupati Demak bersama jajarannya usai buka Pelatihan Hantaran Pernikahan di Aula Balaidesa Tridonorejo, Bonang, Jumat (23/8). Foto: Sam
ARUSUTAMA.com – Puluhan warga Desa Tridonorejo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, mengikuti pelatihan pembuatan hantaran pernikahan di Aula Balaidesa Tridonorejo, Bonang, Demak, Jumat (23/8).
Pelatihan ini merupakan bagian dari program literasi berbasis inklusi sosial yang diinisiasi oleh Pemkab Demak melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Demak.
Dalam sambutannya, Bupati Demak, Eisti’anah, mengungkapkan harapannya agar pelatihan ini dapat meningkatkan keterampilan masyarakat, khususnya dalam membuat hantaran pernikahan.
Ia juga menekankan bahwa keterampilan ini berpotensi menjadi sumber tambahan penghasilan jika ditekuni dengan serius.
“Kami akan terus mendampingi para peserta. Dindakop akan membantu dalam urusan perizinan, sementara Dinakerind akan berfokus pada pemasaran produk hasil pelatihan,” ujar Eisti’anah.
Dukungan penuh juga datang dari Camat Bonang, Sigit Raharjo, yang menyambut baik pelatihan ini. Menurutnya, pelatihan ini dapat menjadi langkah awal bagi warga untuk meningkatkan keterampilan mereka.
Namun, ia juga menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan dari Pemkab agar hasil pelatihan dapat dimaksimalkan.
“Kami berharap ada pendampingan secara berkala, sehingga warga tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga mampu memasarkan produknya dengan baik,” kata Sigit.

Sigit mengingatkan bahwa dulunya, warga Bonang pernah mengikuti pelatihan kerajinan enceng gondok, namun mereka kesulitan dalam memasarkan hasil produk. Oleh karena itu, ia berharap pelatihan kali ini diikuti dengan pendampingan intensif, bahkan hingga 40 hari, agar hasilnya lebih optimal.
“Dengan pelatihan ini, diharapkan warga Tridonorejo mampu mengembangkan keterampilan yang tidak hanya bermanfaat untuk diri mereka sendiri, tetapi juga dapat berkontribusi pada peningkatan ekonomi lokal,” pungkas Sigit.
