Posyandu ILP, Sinergi Layanan Kesehatan untuk Ibu, Bayi, hingga Lansia di Demak

Bupati Demak Eisti'anah saat monitoring Posyandu ILP di Desa Pundenarum Kecamatan Karangawen, Kab. Demak, Kamis (19/9). Foto: Sam
ARUSUTAMA.com – Pemerintah Kabupaten Demak terus berupaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dengan menggelar Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP). Program ini bertujuan menekan angka kesakitan masyarakat melalui screening kesehatan secara rutin yang mencakup berbagai tahap usia, mulai dari ibu hamil, bayi baru lahir, anak usia sekolah, hingga lansia.
Bupati Demak, dr. Hj. Eisti’anah, dalam kunjungannya ke Posyandu ILP di Desa Pundenarum, Kecamatan Karangawen, menjelaskan bahwa program ini merupakan instruksi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
“Posyandu ILP memadukan layanan yang sebelumnya terpisah-pisah menjadi satu tempat yang terpadu, sehingga semua usia dapat dilayani dengan baik,” ujar Eisti’anah, Kamis (19/9).
Ia juga menegaskan bahwa Posyandu ILP adalah langkah preventif untuk menekan angka kunjungan masyarakat ke puskesmas atau rumah sakit. Melalui edukasi hidup sehat (GERMAS), masyarakat diajarkan cara mencegah penyakit sejak dini.
“Orang dengan riwayat hipertensi atau diabetes, misalnya, akan mendapatkan pendampingan dari kader posyandu bersama bidan desa atau tenaga kesehatan, sehingga penyakit tidak berkembang menjadi lebih serius,” tambahnya.
Hadir dalam kegiatan monitoring tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Demak, dr. Ali Maimun, Sekretaris Dinas Kesehatan Hj. Nani Amrin, serta Kepala Puskesmas Karangawen 1, dr. Maria Ulfah, yang turut mendukung penuh pelaksanaan program ini.
Menurut dr. Maria Ulfah, Posyandu ILP adalah upaya untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat. Dari yang semula hanya di tingkat puskesmas kecamatan dan puskesmas pembantu (Pustu), kini layanan tersebut hadir langsung di dusun melalui Posyandu ILP.
“Kader Posyandu ILP sudah dilatih dengan 25 keterampilan, dan mereka rutin melakukan screening kesehatan sesuai siklus hidup. Ini memungkinkan deteksi dini faktor risiko penyakit pada kelompok usia produktif dan lansia,” jelasnya.
Dengan program ini, diharapkan kesehatan masyarakat di Kabupaten Demak dapat dipantau secara berkelanjutan dan masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan.
