Nahas, Lansia di Demak Tewas Tersambar Kereta Saat Menuju Ladang

Tertabrak Kereta Api di Karangawen

Suasana usai petugas mengevakuasi jenazah lansia yang tertabrak kereta api di Desa Tlogorejo, Karangawen, Demak, Senin (4/11). Foto: ist

ARUSUTAMA.com – Peristiwa tragis menimpa Muntomimah (77), seorang warga Dukuh Cobek, Desa Tlogorejo, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak. Korban tewas tertabrak kereta api saat berjalan menuju ladangnya untuk membersihkan rumput sekitar pukul 06.00 WIB, Senin (4/11).

Kapolsek Karangawen, Iptu Mujiyono, menjelaskan bahwa korban yang sudah lanjut usia ini berangkat dari rumah dengan berjalan kaki. Sesampainya di rel kereta api, Muntomimah yang pendengarannya terganggu, tidak menyadari adanya kereta api yang melaju kencang dari arah timur.

“Korban memang sudah berusia lanjut dan mengalami gangguan pendengaran. Ia tertabrak saat melintasi rel dalam perjalanan menuju ladangnya,” ungkap Iptu Mujiyono.

Sebelum kejadian, beberapa warga setempat sempat melihat korban berjalan di atas rel dan berusaha memperingatkannya dengan berteriak, mengingat ada kereta api yang mendekat. Namun, teriakan tersebut tidak didengar oleh korban karena gangguan pendengarannya.

“Banyak warga yang sudah berusaha mengejar dan meneriaki korban, tetapi karena pendengarannya bermasalah, ia tidak menyadari bahaya yang mendekat,” lanjut Kapolsek.

Benturan keras akibat tersambar kereta api membuat korban terpental sejauh lima meter dan meninggal di tempat. Meskipun tubuhnya tetap utuh, benturan tersebut cukup kuat untuk merenggut nyawa Muntomimah.

“Tubuhnya tidak mengalami patah atau terpisah, kemungkinan hanya terserempet kereta. Kalau dari depan mungkin kondisinya akan lebih parah,” tambah Iptu Mujiyono.

Kapolsek juga mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati ketika melintasi rel kereta api.

“Kami mengingatkan warga untuk lebih waspada saat melintasi rel kereta api, baik berjalan kaki maupun berkendara, guna menghindari kejadian serupa,” tutupnya.