Korban Pengeroyokan Oknum Suporter Diburu, Polisi Janji Tindak Tegas Pelaku

Polres Kudus bersama jajarannya jenguk korban pengeroyokan suporter di rumahnya, Desa Ngembal Kulon, Kecamatan Jati. Senin (2/12). Foto: ist
ARUSUTAMA.com – Seorang pemuda berinisial IPA (23), warga Desa Ngembal Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, menjadi korban dugaan pengeroyokan oleh oknum suporter sepak bola. Meski sempat beredar kabar bahwa korban meninggal dunia, kondisi IPA kini berangsur membaik.
Kapolres Kudus, AKBP Ronni Bonic, bersama jajarannya, mendatangi rumah korban. Sebelumnya, IPA sempat menjalani perawatan di rumah sakit akibat luka-luka yang dideritanya, seperti di bagian bibir, leher, dan kepala.
“Kami datang untuk memastikan kondisi Irfan (IPA) setelah ada isu bahwa korban meninggal dunia. Kondisinya sudah membaik,” ujar AKBP Ronni Bonic, Senin (2/12).
Meski telah pulang ke rumah, IPA direncanakan akan kembali ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Kami akan melakukan rontgen untuk memastikan tidak ada cedera fatal,” tambahnya.
Kapolres menyayangkan aksi kekerasan yang dilakukan oleh oknum suporter tersebut. Pihak kepolisian sebelumnya telah berupaya mencegah suporter Persijap Jepara agar tidak masuk ke wilayah Pati saat pertandingan Liga 2 antara Persipa Pati dan Persijap Jepara.
“Kami sudah melakukan penyekatan di beberapa titik agar suporter tidak sampai ke Pati. Namun, saat perjalanan pulang melalui Kudus, terjadi insiden ini,” jelas Ronni.
Beberapa oknum suporter diduga melakukan tindakan anarkis, termasuk menyerang IPA. Selain itu, sempat terjadi aksi menyalakan kembang api di sepanjang perjalanan.
Polisi berkomitmen menindak tegas pelaku pengeroyokan tersebut. “Kami arahkan keluarga korban untuk melapor ke Polres Kudus. Proses penyelidikan sudah berjalan, dan pelaku akan kami tindak tegas agar kejadian serupa tidak terulang,” tegas AKBP Ronni Bonic.
Saat ini, tim kepolisian masih memburu para pelaku yang diduga terlibat dalam insiden ini. (Supriyono/Sm)
