Menteri Hanif Dorong Rehabilitasi 800 Hektare Mangrove di Demak

Menteri Lingkungan Hidup

Menteri Lingkungan Hidup bersama Bupati Demak dan stakeholder lainnya saat menanam mangrove di pesisir Morodemak Bonang, Kamis (26/12). Foto: Sam

ARUSUTAMA.com – Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Kamis (26/12).

Kunjungan ini menjadi momen penting untuk memperkuat komitmen rehabilitasi mangrove di pesisir Timbulsloko, Tambakbulusan, dan Morodemak. Dalam kunjungan tersebut, Menteri Hanif juga secara simbolis menanam mangrove di setiap lokasi yang dikunjungi.

Dalam peninjauannya, Hanif menyoroti kondisi pantai di Demak yang semakin parah akibat degradasi lingkungan.

“Penurunan tanah (land subsidence) dan peningkatan permukaan air laut sejak 2017 telah memperburuk situasi. Hilangnya vegetasi mangrove akibat aktivitas budi daya yang tidak ramah lingkungan juga turut memperparah kondisi ini,” ujar Hanif.

Ia menekankan pentingnya mangrove sebagai penghalang alami yang melindungi kawasan daratan dari tekanan lingkungan. Berdasarkan Peta Mangrove Nasional 2021, Indonesia memiliki 3,44 juta hektare mangrove, menjadikannya yang terbesar di dunia. Namun, di Demak, potensi besar mangrove ini perlu segera dioptimalkan untuk menjadi proyek percontohan rehabilitasi.

“Mangrove berperan penting dalam mengurangi dampak krisis iklim, terutama melalui kemampuan penyimpanan karbon yang jauh lebih baik dibandingkan ekosistem lainnya,” jelas Hanif.

Ia menegaskan perlunya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pihak internasional untuk merehabilitasi hingga 800 hektare mangrove di Demak.

Proyek rehabilitasi ini akan didukung pendanaan internasional yang dikelola oleh Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) serta kontribusi korporasi.

“Proposal dari Pemkab Demak dan Pemprov Jawa Tengah menjadi dasar perencanaan anggaran untuk mewujudkan program yang sesuai dengan karakteristik lokal,” tambah Hanif.

Bupati Demak, Eisti’anah, menyambut baik inisiatif ini. Ia menilai mangrove tidak hanya penting untuk mengendalikan abrasi, tetapi juga berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir.

“Mangrove dapat melindungi tambak masyarakat, sehingga produktivitas perikanan bisa meningkat,” ungkap Bupati Eisti.

Selain itu, Bupati Eisti menekankan pentingnya efisiensi anggaran dalam membangun tanggul laut dengan mengoptimalkan penanaman mangrove.

“Kami berharap program ini segera terealisasi karena dampaknya sangat signifikan, baik bagi lingkungan maupun ekonomi masyarakat,” tutupnya.

Program rehabilitasi mangrove ini diharapkan mampu mengembalikan fungsi ekologis pantai di Demak sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir yang selama ini terdampak abrasi dan degradasi lingkungan. (Sm)