Heboh! Penemuan Mayat Gantung Diri di Mranggen Kejutkan Warga

Gantung Diri

Polisi bersama TNI dan stakeholder terkait mendatangi TKP kasus bunuh diri di Desa Kebonbatur, Mranggen, Demak, Rabu (25/12) Foto: ist

ARUSUTAMA.com – Warga Desa Kebonbatur, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, digemparkan dengan penemuan mayat seorang pria yang diduga meninggal akibat gantung diri, peristiwa tragis tersebut terjadi di Jalan Kebonarum Elok II, RT 01 RW 26, Rabu (25/12).

Informasi mengenai kejadian ini pertama kali diterima oleh Babinsa Desa Kebonbatur, Koptu Agus Maksum, dari laporan warga setempat. Bersama anggota Polsek Mranggen, Koptu Agus bergerak cepat menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan.

Dari hasil investigasi sementara, korban diduga kuat meninggal dunia karena bunuh diri. Berdasarkan keterangan saksi, Lasiyah (42), yang sehari-hari biasa membangunkan korban, kejadian tersebut terungkap sekitar pukul 05.00 WIB. Lasiyah mendapati korban dalam kondisi tergantung di jendela rumah menggunakan tali senar plastik berwarna hijau.

Setelah menemukan korban, Lasiyah segera melaporkan kejadian ini kepada saksi lain, Amri Agung Nugraha (40), yang tinggal di samping rumah korban. Mereka kemudian memberitahukan Ketua RT setempat, Puji Santoso (43), yang langsung melapor ke Polsek Mranggen.

Kapolsek Mranggen bersama tim medis dari Puskesmas Mranggen 3 segera tiba di lokasi untuk memeriksa kondisi korban. Berdasarkan pemeriksaan awal oleh petugas medis Ekfil Lubab, tubuh korban telah mengalami kekakuan, dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

“Korban menunjukkan ciri-ciri kematian akibat gantung diri, seperti jeratan di leher, lidah menjulur, serta keluarnya cairan dari dubur,” ujar Koptu Agus Maksum.

Polisi bersama warga setempat segera mengevakuasi jenazah korban. Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi, dengan menandatangani surat pernyataan resmi.

“Kesimpulan dari olah tempat kejadian perkara menunjukkan bahwa korban murni meninggal akibat gantung diri tanpa adanya indikasi kekerasan,” tutup Koptu Agus. (Sm)