Munas VII PB IKA-PMII Penuh Dinamika, Fathan Subchi Raih Kemenangan Mutlak

Suasan Munas VII PB IKA-PMII di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta. Foto: Sam
ARUSUTAMA.com – Musyawarah Nasional (Munas) VII Pengurus Besar Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB IKA-PMII) berlangsung penuh dinamika di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta. Dalam pemilihan yang dilakukan secara voting terbuka, H. Fathan Subchi berhasil memperoleh 188 suara dan terpilih sebagai Ketua Umum PB IKA-PMII untuk masa khidmat 2025-2030.
Fathan mengungguli tiga kandidat lainnya, yaitu M. Nur Purnamasidi yang memperoleh empat suara, Imam Nahrawi dengan empat suara, dan Zaeni Rahman yang hanya mendapat dua suara. Dengan hasil tersebut, Fathan Subchi yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua PW IKA-PMII DKI Jakarta resmi menggantikan H. Ahmad Muqowam.
Munas yang digelar pada 21-23 Februari 2025 ini tidak lepas dari ketegangan, terutama saat tahapan pemilihan Ketua Umum. Sejumlah nama sempat muncul sebagai bakal calon, termasuk H. Musahadi dan petahana H. Ahmad Muqowam.
Namun, Muqowam harus terhenti di tengah jalan karena terbentur aturan AD/ART yang membatasi jabatan Ketua Umum hanya dua periode.
Keputusan tersebut mendapat persetujuan peserta Munas, tetapi dianggap sebagai kegagalan musyawarah mufakat oleh pimpinan sidang, Sastro Ngatawi. Akibatnya, pemilihan dilakukan melalui mekanisme voting.
Ketegangan semakin meningkat saat proses pemilahan peserta penuh dan peninjau. Di tengah proses tersebut, Ahmad Muqowam tiba-tiba datang dan mengumumkan penundaan Munas hingga keesokan harinya. Keputusan ini memicu protes karena dianggap sepihak. Tak lama setelah itu, listrik di ballroom tempat acara berlangsung mendadak padam.
Meski dalam kondisi gelap, para peserta tidak beranjak dari lokasi. Mereka tetap melanjutkan sidang dengan menerangi ruangan menggunakan lampu ponsel masing-masing.
“Seluruh peserta menyepakati agar sidang tetap dilanjutkan,” ungkap Hendri Wicaksono, Sekretaris PW IKA-PMII Jawa Tengah.
Setelah proses voting, Munas akhirnya merampungkan pemilihan Ketua Umum dan membentuk tim formatur yang terdiri atas ketua umum terpilih, ketua umum demisioner, serta empat perwakilan ketua PW dari berbagai wilayah.
Dalam pidato perdananya, Fathan Subchi menegaskan pentingnya kepemimpinan yang solid dan kolaboratif dalam mengelola organisasi.
“Tidak ada individu yang hebat, tetapi tim yang hebat,” ujarnya.
Sebagai Ketua Umum PB IKA-PMII yang baru, Fathan berkomitmen untuk memperkuat manajemen organisasi serta menggerakkan roda kepemimpinan secara kolektif.
“Saya bertekad menjadikan Ketua Umum PB IKA-PMII sebagai seorang manajerial yang mampu membawa organisasi ke arah yang lebih maju,” pungkasnya. (Sm)
