Kakankemenag Demak Bekali Calhaj dengan 10 Budaya Arab Jelang Keberangkatan

Kemenag Demak Manasik Haji

Kakankemenag Demak, Taufiqur Rahman saat berikan bimbingan kepada calon jemaah haji di Kecamatan Bonang. Foto: Sm

ARUSUTAMA.com – Pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2025 untuk calon jemaah haji (Calhaj) asal Kabupaten Demak tercatat mencapai angka membanggakan.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Demak, Taufiqur Rahman, mengungkapkan bahwa pelunasan Calhaj telah menembus 100,24% dari target.

“Alhamdulillah, prosentase pelunasan jemaah haji Kabupaten Demak melebihi target yaitu mencapai 100,24%. Terima kasih atas kerja keras para Kepala KUA beserta jajaran dan para penyuluh. Dengan komitmen dan sinergi yang baik, target ini berhasil kita capai,” ungkapnya, Sabtu (19/4/2025).

Dari data yang dihimpun, Calhaj tertua tahun ini adalah Sunikah (88) asal Bulusari, Sayung. Sementara itu, jemaah termuda yaitu Muhammad Alfin Ilham Rofa (18) dari Ngaluran, Karanganyar.

Sebagai bentuk pembekalan, Kemenag Demak menyelenggarakan bimbingan manasik haji secara menyeluruh di setiap kecamatan. Salah satu materi penting yang diberikan adalah pengenalan tradisi, kultur, dan budaya sosial Arab Saudi, agar para jemaah tidak mengalami cultural shock saat menunaikan ibadah di Tanah Suci.

“Budaya di Indonesia berbeda dengan di Arab Saudi. Kita harus beradaptasi agar ibadah berjalan lancar,” ujar Taufiqur Rahman saat memberikan bimbingan kepada ratusan Calhaj di Kecamatan Bonang, Wedung, dan Mijen baru-baru ini.

Dalam kesempatan tersebut, ia memperkenalkan 10 poin budaya khas Arab, di antaranya: orang Arab cenderung berbicara keras meskipun tidak marah, jarang menggunakan sapaan Bapak/Ibu, bersikap acuh pada pendatang, dan sangat menjaga bagian belakang tubuhnya agar tidak disentuh.

Taufiq juga menekankan pentingnya memahami kebiasaan setempat dalam berinteraksi sosial.

Tak hanya di tiga kecamatan tersebut, bimbingan budaya Arab juga diberikan kepada Calhaj Kecamatan Gajah dan Karanganyar.

Taufiq yang pernah menjabat sebagai Kasi Haji dan Umrah Kabupaten Semarang, menyampaikan agar jemaah tidak memaksakan diri saat beribadah, seperti mendaki Jabal Rahmah atau mencium Hajar Aswad.

“Keselamatan lebih utama. Jangan sampai ibadah yang suci ini justru menimbulkan bahaya bagi diri sendiri maupun orang lain,” tegasnya.

Bimbingan serupa juga berlangsung di Kecamatan Sayung dan Karangtengah dengan didampingi oleh para Kepala KUA setempat, Taufiq menyampaikan pentingnya akhlak yang baik dalam menjalankan ibadah, termasuk menjaga kesabaran, rukun, dan sopan santun selama di tanah suci.

Sebelumnya, ribuan Calhaj juga telah mengikuti manasik tingkat kabupaten yang digelar di Aula Gedung IPHI Demak. Tahun ini, Kabupaten Demak mendapatkan kuota sebanyak 1.636 calon jemaah. Dari jumlah tersebut, 1.497 orang telah mengikuti manasik tahap pertama. (Sm)