11.662 Warga Terdampak Banjir di Demak Meluas hingga 10 Desa

Banjir Demak

Kondisi banjir di Desa Karangrejo Kecamatan Bonang Demak, Senin (19/5). Foto: Sm

ARUSUTAMA.com – Derasnya hujan yang tak henti-hentinya mengguyur wilayah Demak selama beberapa hari terakhir membuat debit air terus meningkat dari hulu hingga hilir. Ditambah dengan jebolnya tanggul, akibat–banjir meluas dan menyapu sejumlah desa, memaksa ribuan warga hidup dalam genangan air.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak mencatat sedikitnya 10 desa di lima kecamatan tergenang banjir. Dampaknya dirasakan langsung oleh 2.903 kepala keluarga atau sekitar 11.662 jiwa yang kini harus berjibaku dengan air yang menggenangi rumah dan lingkungan mereka.

“Banjir melanda wilayah Bonang, Karangtengah, Sayung, Guntur, dan Kebonagung. Di antaranya Desa Karangrejo, Kembangan, Krajanbogo, Gebangarum, Ploso, Sayung, Kalisari, Trimulyo, Sidoharjo, dan Mintreng,” jelas Agus Musyafak, Plt Kalak BPBD Demak, Senin (19/5/2025) siang.

Bukan hanya rumah yang terendam, banjir juga mengganggu aktivitas pendidikan, pelayanan masyarakat, dan kehidupan sosial warga. Setidaknya 153 rumah, dua kantor pemerintahan, 13 sekolah, 15 tempat ibadah, serta satu pasar tradisional turut terdampak.

“Termasuk lahan pertanian seluas 270 hektare, tiga fasilitas kesehatan, dan bahkan tujuh makam ikut terendam,” ujar Agus.

Di tengah situasi sulit ini, beberapa warga mulai memilih mengungsi. Namun pengungsian ini bersifat sementara. Seperti di Desa Ploso, Kecamatan Karangtengah, enam kepala keluarga atau 25 jiwa mengungsi ke Masjid Dukuh Kauman, tapi hanya untuk malam hari. (Sam)