Harumkan Nama Demak, Yudha Aswinatama Juara Seleknas Sepak Takraw 2025

Atlet Nasional dari Demak

Yudha Aswinatama raih juara dan penghargaan Rp15 juta di Seleksi Nasional Sepak Takraw Piala Menpora 2025. Foto: Dok.

ARUSUTAMA.com – Perjalanan panjang penuh perjuangan dilalui Yudha Aswinatama, atlet sepak takraw asal Desa Betokan, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak, hingga berhasil menorehkan prestasi gemilang di ajang nasional seperti Pekan Olahraga Nasional (PON). Dengan sederet medali emas dan perak yang berhasil diraihnya, Yudha menjadi salah satu aset berharga Demak dalam dunia olahraga, khususnya cabang sepak takraw.

Kecintaan Yudha terhadap sepak takraw bermula sejak duduk di bangku kelas 4 SD, saat dirinya tertarik mengikuti ekstrakurikuler olahraga tersebut. Sang ayah, Hadi Winarno, yang merupakan guru PJOK, turut mendukung penuh dengan mengenalkannya ke pelatih dan klub takraw.

“Dari SD kelas 5 saya sudah rutin latihan, bahkan sebelum subuh sudah mulai latihan sebelum berangkat sekolah. Ini terus saya jalani sampai SMP,” kenang Yudha saat ditemui di kediamannya, Jumat (27/6/2025).

Kerja kerasnya membuahkan hasil saat ia berhasil lolos seleksi masuk ke PPLP (Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar) Jawa Tengah di kelas 2 SMP. Dari sanalah prestasinya terus meningkat dengan mengikuti berbagai kejuaraan nasional dan menyabet medali.

“Alhamdulillah selalu dapat medali. Target saya sekarang bisa ikut Sea Games atau Asian Games, walaupun sepak takraw belum ada di Olimpiade,” ujar Yudha.

Selama 10 tahun fokus menekuni takraw, ia harus mengorbankan masa remajanya, waktu bermain, bahkan waktu bersama keluarga demi mengejar prestasi. Meski begitu, semua terbayar saat ia mengibarkan nama Demak di berbagai ajang nasional.

Deretan Prestasi Yudha Aswinatama diantaranya adalah Juara 1 PON Regu Putra (2024); Juara 2 PON Quadrant Putra (2024); Juara 2 Pra-PON Tim Regu Putra (2023); Juara 1 POPNAS Tim Regu Putra (2023); Juara 1 POPNAS Quadrant Putra (2023); Juara 1 POPDA SD Tingkat Provinsi Jateng (2018) dan masih banyak lagi.

Namun di balik prestasi itu, Yudha berharap ada perhatian lebih dari pemerintah daerah terhadap atlet-atlet muda Demak.

“Jangan hanya berharap bonus, tapi latihlah diri dengan ikhlas. Soal rezeki, itu akan mengikuti. Tapi kami butuh perhatian dan fasilitas yang layak,” pesan Yudha untuk generasi muda dan pemerintah.

Senada dengan sang anak, Hadi Winarno juga menyoroti pentingnya dukungan fasilitas, terutama lapangan latihan yang memadai. Selama ini, para atlet berlatih di SDN Bintoro 9 yang kondisi lapangannya sudah tak layak. Sementara GOR Kalijaga (eks GOR KONI) masih berbagi jadwal dengan cabor lain.

“Bayangkan, dengan lapangan seadanya kami bisa hasilkan atlet sampai level PON dan PPLP. Kalau ada perhatian dan fasilitas yang lebih baik, pasti hasilnya akan lebih luar biasa,” ujarnya.

Hadi juga mengapresiasi peran para pelatih legendaris seperti Supardi (guru SDN Bintoro 9), Masrianto (eks atlet Sea Games dan PON), serta pelatih lainnya yang dengan ikhlas membimbing para atlet muda Demak tanpa pamrih.

Meski sempat ditawari pindah ke daerah lain karena kurangnya dukungan dari Pemkab Demak, Yudha tetap bertahan membela tanah kelahirannya. Ia berharap jerih payah para atlet dapat diapresiasi lebih, agar tak ada lagi potensi besar yang hilang hanya karena minimnya perhatian. (Sam)