Ratusan Pemuda Demak Siap Magang ke Jepang, Semua Biaya Difasilitasi Pemerintah

Magang Jepang Dinnakerind Demak

Bupati Demak Eisti’anah bersama jajaran Forkopimda dan pejabat terkait menghadiri pembukaan Seleksi Magang ke Jepang Tahun 2025 yang digelar Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Demak di Sport Center Demak, Senin (27/10/2025). Foto: Sm

ARUSUTAMA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak kembali membuka kesempatan bagi para pemuda untuk mengikuti program magang ke Jepang melalui kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Demak, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan Kementerian Ketenagakerjaan RI.

Program ini sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja sekaligus menekan angka pengangguran di wilayah Demak.

Bupati Demak, Eisti’anah, menyampaikan bahwa program magang ini merupakan kesempatan berharga bagi masyarakat untuk menimba pengalaman dan mengasah kompetensi di dunia kerja internasional.

“Alhamdulillah, kami melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Demak kembali melakukan seleksi magang ke Jepang. Program ini terbuka tidak hanya untuk warga Demak, tetapi juga dari kabupaten lain seperti Pati dan sekitarnya,” ujar Bupati Eisti’anah, Senin (27/10/2025).

Ia menjelaskan, peserta magang akan menjalani masa pelatihan kerja selama tiga tahun di Jepang, dengan kemungkinan diperpanjang hingga lima tahun, tergantung pada evaluasi kinerja peserta. Menariknya, seluruh fasilitas pemberangkatan dan keberangkatan ditanggung oleh pemerintah.

“Ini semua difasilitasi oleh pemerintah, jadi peserta tidak perlu membayar sendiri. Kami berharap program ini dapat membantu menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan di Kabupaten Demak,” tambahnya.

Bupati Eisti’anah juga memberikan pesan khusus kepada peserta agar mempersiapkan diri secara matang.

“Kami tekankan pentingnya menjaga kesehatan, karena cuaca di Jepang tentu berbeda dengan di Indonesia. Selain itu, kedisiplinan dan kejujuran harus dijaga. Semoga pengalaman magang di Jepang bisa membentuk etos kerja yang baik dan dibawa kembali ke tanah air,” pesan Bupati.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerind) Demak, Agus Kriyanto, mengungkapkan bahwa Kabupaten Demak telah dipercaya untuk menjadi salah satu lokasi seleksi magang Jepang dengan memanfaatkan Sport Center Demak sebagai tempat uji fisik dan administrasi.

“Seleksi ini diharapkan bisa terus berlanjut setiap tahun. Tentunya nanti akan ada evaluasi dari kementerian, apakah pelaksanaan tahun ini dinilai sukses agar bisa dilanjutkan lagi tahun depan,” kata Agus.

Agus menambahkan, program magang Jepang ini berbeda dengan pemberangkatan tenaga kerja migran biasa. Peserta magang akan mendapatkan pendidikan dan pelatihan profesional di Jepang, bukan langsung bekerja. Setelah selesai, mereka diharapkan membawa pulang keterampilan, etos kerja tinggi, dan bahkan modal usaha untuk memulai karier di Indonesia.

Bidang kerja yang dibutuhkan dalam program magang ini mencakup industri konstruksi dan bangunan, manufaktur, mesin dan mekatronika, elektronik dan otomasi, serta pengelasan.

Proses seleksi yang digelar selama lima hari ini meliputi tes matematika dasar, kesamaptaan fisik, ketahanan tubuh, serta wawancara. Dari total 264 peserta yang mendaftar, sebanyak 226 peserta dinyatakan lulus, 27 tidak lulus, dan 11 tidak hadir.

Pemkab Demak berharap, melalui program magang Jepang ini bisa menjadi pintu bagi generasi muda Demak untuk meniti karier di dunia internasional, serta membawa pulang ilmu dan pengalaman berharga demi kemajuan daerah. (Sam)