MSI Demak Latih Mantan Pasien TBC Bikin Telur Asin, Bangkitkan Kemandirian Ekonomi

Mentari Sehat Indonesia Pemberdayaan Ekonomi Pasien TBC Demak

Para peserta pelatihan dari Yayasan Mentari Sehat Indonesia (MSI) Demak belajar langsung proses pembuatan telur asin sebagai upaya pemberdayaan ekonomi bagi mantan pasien TBC, Rabu (29/10/2025). Foto: Sm

ARUSUTAMA.com – Yayasan Mentari Sehat Indonesia (MSI) Kabupaten Demak terus berupaya memberdayakan para mantan pasien tuberkulosis (TBC) agar dapat mandiri secara ekonomi. Salah satunya dengan melalui pelatihan pembuatan telur asin yang digelar di RM Sako Demak, Rabu (29/10/2025).

Pelatihan ini menghadirkan Zaidi Abdul Syukur, seorang pengrajin telur asin asal Demak yang telah berpengalaman selama delapan tahun. Ia tidak hanya memproduksi telur asin untuk pasar lokal, tetapi juga kerap memberikan pelatihan.

“Harapan kami, pelatihan ini bisa bermanfaat bagi ibu-ibu mantan pasien TBC agar bisa mandiri dan menambah penghasilan keluarga. Kalau mencukupi mungkin belum, tapi setidaknya bisa membantu ekonomi,” ujar Zaidi.

Zaidi menambahkan, proses pembuatan telur asin memang terlihat sederhana, tetapi memerlukan ketelitian agar rasa tetap khas dan gurih.

“Bikin telur asin itu enggak semua orang bisa. Bisa asin, tapi rasa itu yang menentukan kualitas. Karena itu, peserta kami latih dulu sampai benar-benar bisa, baru nanti bisa berjualan ke pasar atau warung-warung,” jelasnya.

Meski demikian, ia mengakui ada kendala dalam mencari bahan baku telur bebek, terutama karena harganya yang cenderung naik dan ketersediaannya terbatas. Saat ini, telur asin Demak dijual dengan harga bervariasi, mulai Rp1.800 hingga Rp2.200 per butir tergantung ukuran.

Ketua Yayasan MSI Demak, Pupung Ulin Nuha, mengatakan pelatihan ini merupakan kegiatan kedua yang digelar yayasan dalam upaya pemberdayaan mantan pasien TBC. Sebelumnya, MSI juga mengadakan pelatihan pembuatan keripik.

“Pesertanya kali ini berbeda dari pelatihan sebelumnya. Jumlahnya sekitar 50 orang, terdiri dari mantan pasien TBC dan keluarga mereka. Kami ingin mereka punya bekal keterampilan agar lebih produktif setelah sembuh,” ujar Pupung.

Salah satu peserta pelatihan, Siti, mengaku senang bisa belajar membuat telur asin secara langsung.

“Saya senang ikut pelatihan ini. Ternyata telur asin juga bisa diolah jadi berbagai makanan, seperti botok telur asin yang khas Demak,” katanya antusias.

MSI Demak berharap, melalui pelatihan ini–para mantan pasien TBC tidak hanya pulih secara kesehatan, tetapi juga mampu bangkit secara ekonomi–menghadirkan semangat baru untuk hidup lebih mandiri. (Sm)