Inilah Momen Saat Enam Agama di Demak Bersatu untuk Kemanusiaan

FKUB donor darah gandeng enam agama

Bupati Demak bersama Kesbangpol dan FKUB meninjau langsung pelaksanaan donor darah lintas agama yang digelar sebagai wujud kepedulian dan solidaritas kemanusiaan di Aula Bakesbangpol Demak, Selasa (9/12/2025). Foto: Sam

ARUSUTAMA.com – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Demak bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) serta Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Demak kembali menggelar kegiatan rutin tahunan berupa donor darah lintas agama, yang diikuti oleh berbagai pemeluk agama di Kabupaten Demak.

Bupati Demak, Eisti’anah, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan sosial tersebut. Ia menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan donor darah yang diikuti masyarakat lintas agama.

“Alhamdulillah, kegiatan rutin FKUB berupa donor darah ini dapat berjalan dengan lancar. Walaupun ada beberapa peserta yang gagal donor karena faktor kesehatan, semangat untuk mendonorkan darahnya sudah sangat berarti,” ujar Eisti’anah saat meninjau lokasi donor darah di Aula Bakesbangpol Demak, Selasa (9/12/2025).

Menurutnya, setiap tetes darah yang disumbangkan melalui kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Ia juga menjelaskan bahwa beberapa peserta tidak dapat mendonorkan darah karena alasan medis seperti tekanan darah tinggi dan kadar hemoglobin yang rendah.

“Kondisi tersebut memang tidak dianjurkan untuk melakukan donor darah, sehingga peserta yang gagal donor diminta untuk beristirahat dan menjaga kesehatannya,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua FKUB Demak, Abdullah Syifa’, mengatakan bahwa donor darah lintas agama ini merupakan bagian dari upaya mempererat kerukunan antarumat beragama.

“Kegiatan ini bertujuan untuk merukunkan kelompok-kelompok yang berbeda, baik suku, agama, maupun latar belakang. Walaupun kita berbeda, warna darah kita tetap sama, merah,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa kegiatan ini juga sebagai sarana edukasi tentang pentingnya persatuan sebagai sesama manusia dan sesama bangsa Indonesia. Selain itu, donor darah ini merupakan wujud pengamalan nilai-nilai agama yang mengajarkan kebaikan dan tolong-menolong.

“Semua agama mengajarkan kebaikan dan saling membantu. Ini adalah implementasi ibadah dari masing-masing agama, sekaligus bentuk dukungan kepada pemerintah dalam menjaga ketersediaan stok darah,” katanya.

Pada kegiatan donor darah kali ini tercatat sekitar 50 peserta ikut ambil bagian. Peserta berasal dari berbagai agama, dengan jumlah terbanyak dari warga Muhammadiyah sebanyak 20 orang. Peserta dari pemeluk agama Hindu dan Buddha masing-masing berjumlah lima orang, serta diikuti pula oleh perwakilan Kristiani, Katolik, Konghucu, dan Islam.

FKUB Demak berharap, melalui kegiatan ini–semangat persaudaraan, toleransi, dan kepedulian sosial antarumat beragama di Kabupaten Demak bisa semakin kuat dan terus terjaga. (Sam)